Home Ekonomi Kripto Karya Anak Bangsa Melantai di Bursa Global

Kripto Karya Anak Bangsa Melantai di Bursa Global

1108

Tegal, Gatra.com - Token kripto karya anak bangsa, Sangkara ($MISA) secara resmi melantai di bursa luar negeri. Kripto buatan lokal ini diklaim menjadi yang pertama melakukan proses Initial Exchanger Offering (IEO) di exchanger dan berhasil masuk ranking 20 besar dunia.

Proses IEO tersebut secara resmi diumumkan oleh PROBIT Global pada Senin (29/11) pukul 16.00 WIB. Sangkara dibesut oleh PT Mitra Sangkara Abadi yang membuat token berbasis aset fisik di dunia nyata dan bisnis digital yang telah digeluti sejak lama dengan mengusung slogan leading in tokenization and NFT.

CMO PT Mitra Sangkara Abadi (MSA), Albert Setiawan mengatakan, MSA telah mempersiapkan segalanya sejak lama dan merupakan pioneer di Indonesia.

"Sangkara akan menjadi token pertama dengan rasa seperti saham, sekaligus sebagai pioner dalam proses tokenisasi di Indonesia. Jadi MSA tidak mau asal-asalan. Aset kripto milik MSA memiliki nilai dasar yang pantas dan aman untuk orang-orang yang membelinya," ujar Albert dalam keterangannya, Selasa (30/11).

Albert mengungkapkan, MSA telah menjalin kerja sama dengan APEDI (Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia) guna membantu memajukan desa dan pengusahanya. 

"Dengan kolaborasi MSA dan APEDI, industri digital 4.0 diharapkan tidak hanya dinikmati masyarakat kota saja," ujarnya.

Kerja nyata yang akan dilakukan MSA, kata Albert, adalah persiapan sistem offtaker dan pembiayaan pertanian, perkebunan, dan peternakan yang berbasis pada aplikasi digital bernama SIPADU (Sistem Pemantauan Desa Terpadu).

Di dalam aplikasi itu, akan muncul hasil asli dari desa, kapan panen, dan juga kontak dari pemilik panen tersebut, sehingga pembeli bisa menjadwalkan pembelian. 

"Ini juga akan membantu Program Resi Gudang dari Kementerian Perdagangan secara online," jelas Albert.

Menurutnya, MSA akan membantu menyediakan modal bagi para pengusaha desa seperti petani dan peternak yang tidak tersentuh pembiayaan lembaga keuangan. Pembiayaan ini akan dilakukan dengan cara organik, yaitu pemberian bibit, pupuk dan kebutuhan produksi lainnya, dan hasilnya akan dibeli oleh rekanan MSA. APEDI akan menjadi penanggung jawab atas penyertaan modal bagi para pengusaha desa ini.

Selain itu, MSA juga meluncurkan market place NFT bagi seniman Indonesia, serta menawarkan bantuan pembuatan NFT secara gratis kepada semua seniman dengan sistem kerja sama atau bagi hasil dari penjualan dan royalti NFT tersebut.

Seluruh NFT buatan MSA bisa diakses melalui www.sangkaranft.com dan proses transaksinya bekerja sama dengan Bakery Swap menggunakan token kripto. Untuk fitur ini, MSA bekerja sama dengan platform online konser pertama di Indonesia.

"Agar aset kripto dapat diakui di Indonesia, MSA telah mengajukan audiensi kepada Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi)," kata Albert.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS