Home Internasional Moderna akan Siapkan Booster Omicron Bulan Maret

Moderna akan Siapkan Booster Omicron Bulan Maret

Washington, D.C, Gatra.com – Perusahaan farmasi Moderna Inc asal Amerika Serikat, mengaku akan menyiapkan suntikan booster COVID-19 yang menargetkan varian Omicron. 

“Moderna akan melakukan uji dan siap untuk mengajukan otorisasi kepada pihak AS segera setelah buan Maret,” kata presiden perusahaan Moderna Stephen Hoge pada Rabu, (1/12).

Hoge percaya bahwa suntikan penguat yang membawa gen --yang secara khusus menargetkan mutasi pada varian Omicron yang baru ditemukan-- akan menjadi cara tercepat untuk mengatasi pengurangan yang diantisipasi dalam kemanjuran vaksin, yang mungkin ditimbulkannya.

"Kami sudah memulai program itu," katanya dikutip Reuters, Kamis (2/12).

Perusahaan juga sedang mengerjakan vaksin multi-valent yang akan mencakup hingga empat varian virus corona, yang berbeda termasuk Omicron.

“Itu bisa memakan waktu beberapa bulan lagi,” katanya.

AS mengidentifikasi kasus COVID-19 varian Omicron pertama di California, sebagaimana diungkapkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pada hari Rabu.

Omicron, yang dijuluki "varian serius" oleh Organisasi Kesehatan Dunia, sedang dipelajari untuk melihat apakah varian ini lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding varian lain, dan apakah itu dapat menghindarkan dari suntikan vaksin saat ini.

Hoge mengatakan proses pengujian bisa memakan waktu tiga atau empat bulan.

"Penguat khusus Omicron, secara realistis, sebelum Maret dan mungkin lebih pada kuartal kedua," kata Hoge, kecuali FDA mengubah panduannya untuk data yang diperlukan untuk otorisasi.

“Moderna dapat memproduksi vaksin saat melakukan pengujian, agar siap diluncurkan sesegera mungkin,”kata Hoge.

Dia mengatakan FDA saat ini menilai ancaman terhadap perlindungan vaksin yang ditimbulkan akibat varian Omicron. Badan tersebut dapat memberikan garis waktu yang lebih cepat, atau mirip dengan cara menyetujui vaksin untuk influenza, dengan menyetujui perubahan jenis flu, yang akan mempersingkat garis waktu selama tiga hingga empat bulan ke depan.

Di Amerika Serikat, vaksin flu berlisensi dapat diperbarui setiap musim dengan mengganti jenis virus baru, yang diyakini paling mungkin menyebabkan penyakit di musim flu yang akan datang, tanpa perlu uji klinis besar dan secara acak.

Berdasarkan pola mutasi yang terlihat pada varian Omicron, yang mencakup mutasi yang telah terbukti mengurangi kemanjuran vaksin dalam studi laboratorium, Hoge mengatakan bahwa, "kami berharap akan ada dampaknya."

Hoge menyebut belum jelas seberapa besar pengaruh penurunan vaksin saat ini akibat varian Omicron, namun itu bisa menjadi signifikan.

“Mutasi yang sebelumnya menyebabkan penurunan kemanjuran terbesar terlihat di Delta dan Beta. Dan semua mutasi itu muncul di Omicron,” kata Hoge.

“Jadi pertanyaannya di sini adalah, apakah kita akan melihat pertunjukan seperti Delta? Apakah kita akan melihat kinerja seperti Beta? Atau apakah kita akan melihat beberapa kelipatan silang dari keduanya? Saya pikir skenario terakhir itulah yang paling membuat orang khawatir,” katanya.

Hoge mengatakan perusahaan sedang menguji untuk melihat apakah penerima vaksin Moderna yang divaksinasi lengkap, terlindungi dari varian tersebut, serta mereka yang menerima dosis suntikan 50 mikrogram dan 100 mikrogram booster.

“Saya masih percaya bahwa vaksin yang ada, setidaknya bisa memperlambat (penularan),  jika tidak benar-benar (bisa) menghentikan, varian Omicron,” katanya.

134