Home Sumatera Wamentan Sebut Petani Tambah 3 Juta Selama Pandemi COVID-19

Wamentan Sebut Petani Tambah 3 Juta Selama Pandemi COVID-19

Pariaman, Gatra.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi jumlah petani bertambah tiga juta orang. Jumlah pertambahan itu selama pandemi COVID-19, dan sebagian besar merupakan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
 
Menurut Wamentan, tambahan tiga juta petani ini sisi positifnya bisa memperkuat sektor pertanian di Tanah Air. Apalagi, rata-rata melek teknologi.
 
"Mereka rata-rata melek teknologi, sehingga mudah menerima pengetahuan baru tentang pertanian," kata Harvick.
 
Pernyataan itu disampaikan Wamentan ketika memberikan bantuan alsinta dan bibit, di Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ambung Bukik Kandih, Padang Pariaman tiga hari lalu.
 
Dampak positifnya, kata Harvick, di samping banyak program pertanian digelontorkan pemerintah, juga mampu memberikan sumbangan 16,28 persen dari APBN 2020.
 
"Tentu ini berkat dukungan dari semua pihak yang ikut berkontribusi terhadap pertanian di Indonesia," sebutnya.
 
Dia juga mengapresiasi aspirasi pembangunan daerah terkait pertanian. Misalnya menggaet pesantren kegiatan pertanian sebagai penggerak ekonomi.
 
"Pintu kantor saya selalu terbuka untuk usulan dan asiprasi yang membangun ini. Apalagi, presiden serius membangun Indonesia berdaulat pangan," akunya.
 
Dikatakan Harvick, salah satu yang menjadi perhatian saat ini tanaman porang. Komoditas ini disiapkan hilirasi karena turunnya sangat banyak.
 
"Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir meskipun produksi melimpah," ujarnya.
 
Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy menyampaikan Pemprov Sumbar serius dalam sektor pertanian. Alokasi pertanian dalam APBD 2022 mencapai 10 persen.
 
"Tercermin dalam alokasi anggaran, terbesar dari sektor lainnya," sebut Audy.
 
Menurut Audy, saat ini ada 53 persen angkatan kerja di Sumbar yang berkaitan dengan pertanian. Angkatan kerja ini akan menjadi penggerak utama ekonomi di Sumbar.
 
Terkait pesantren, kata Audy, lebih 200 jumlahnya di Sumbar. Pesantren ini juga berpotensi besar mengembangkan sektor pertanian, contohnya pesantren di pulau Jawa.
 
"Dinas pertanian bisa melatih santri untuk pertanian. Belum dijual hasilnya juga tidak apa, minimal mengurangi cost operasional internal pesantren," jelasnya.
 
Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur juga berharap pesantren bisa menjadi contoh dalam mengelola, dan sebagai penggerak roda perekonomian di daerah.
 
Pada akhir acara, Wamentan menyerahkan bantuan peningkatan kemandirian ekonomi pondok pesantren. Berupa dua unit traktior, sapi, dan bibit pohon produksi.