Home Pendidikan Kemendikbudristek Minta Ada Pemilahan Objek Pajak PTS

Kemendikbudristek Minta Ada Pemilahan Objek Pajak PTS

97
Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Sesditjendiktiristek), Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani menilai perlu dilakukan  adanya pemilahan objek pajak pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
 
Hal ini diungkapkan Paris mengingat saat ini banyak Perguruan Tinggi Swasta yang kesulitan finansial akibat hantaman Pandemi Covid-19. Bahkan sebelum pandemi pun, kondisi keuangan PTS pun diakui Paris tidak berada di taraf yang sesuai.
 
"Untuk itu, Perlu dilakukan pemilihan dan pemilahan kampus swasta yang mana yang seharusnya menjadi objek pajak dan mana yang tidak. Pandemi Covid-19 masih menempel di Indonesia, entah kapan berakhir, hal ini menjadikan keuangan PTS babak belur, kata Paris dalam dialog daring Universitas Yarsi, Jumat (3/12).
 
Menurut Paris, apabila PTS diketahui mempunyai keuangan yang baik maka sah-sah saja untuk dijadikan objek pajak. Namun apabila, ada PTS yang kesulitan keuangan kemudian tetap dijadikan objek pajak, maka hal ini tetnunya akan mempersulit kondisi PTS tersebut
 
"Apalagi tidak bisa dipungkiri juga, bagi badan penyelenggara PTS yang umumnya berbentuk yayasan, beban pajak harus ditanggung sebelum covid-19 sudah memberatkan. Seperti Pajak Penghasilan, Yayasan sebagai wajib bayar Pajak Penghasilan, dan sebagainya," paparnya
 
Situasi tersebut, juga diamini oleh Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi (APPERTI), Jurnalis Uddin. Menurutnya, fakta bahwa ada sejumlah pajak yang dinilai memberatkan PTS adalah sesuatu yang harus dicarikan jalan keluar.
 
"Belum lagi ditambah pandemi yang mana harus ada penambahan pajak pembelian alat kesehatan ditambah PBB dan NJOP yang terus mengalami kenaikan tiap tahunnya," ujar Jurnalis.
 
Sementara itu, Pemerhati Pendidikan, Indriani, juga menilai perlu adanya afirmasi dari pemerintah guna menanggulangi masalah finansial PTS.  Pemilah dan Pemilihan PTS yang menjadi objek pajak pun dinilainya ampuh menjadi solusi dalam masalah ini.
 
Jadi, jangan samakan PTS Binus dan misalnya Universitas Pamulang. Karena kan tentunya ada perbedaan pendapatan juga antar keduanya. Apalagi PTS tak bisa dipungkiri, jumlah PTS yang menerima mahasiswa baru juga turun akibat pandemi, pungkasnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS