Home Olahraga Komitmen Dukung Esports, Pemerintah Tinjau EVOS Integrated Training Facility

Komitmen Dukung Esports, Pemerintah Tinjau EVOS Integrated Training Facility

Jakarta, Gatra.com – Pemerintah mendukung pengembangan ekosistem esports nasional. Selain menghelat turnamen Piala Presiden Esports (PPE) 2021 yang segera memasuki grand final di Nusa Dua, Bali, pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait mengunjungi sejumlah markas klub esports di sejumlah daerah.

Staf Khusus (Stafsus) Bidang Kreativitas dan Inovasi Kaum Milenial Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Alia Noorayu Laksono, dalam keterangan pada Jumat (3/12), menyampaikan, kali ini pihaknya mengunjungi markas EVOS Integrated Training Facility di Jakarta Selatan (Jaksel).

“Kunjungan kami ke EVOS merupakan bagian dari dukungan kepada ekosistem esports kita, khususnya melalui Piala Presiden Esports 2021,” kata Alia.

Alia mengunjungi markas klub yang menaungi para atlet esports profesional Indonesia tersebut bersama Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP), Hageng Nugroho; didampingi oleh Ketua Penyelenggara PPE 2021 Rangga Danu Prasetyo. Mereka diterima oleh Co-founder & Managing Director EVOS Esports, Hartman Harris.

Menurut Alia, Kemenpora melihat esports sebagai cabang olahraga dengan potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, harus dibimbing dan digandeng, agar para atlet-atletnya dan unsur-unsur lain di sekelilingnya dapat terdukung dan optimal meraih prestasi yang membanggakan.

Ia mengungkapkan bahwa perkembangan esports yang signifikan beberapa tahun belakangan telah membuka banyak peluang bagi generasi muda untuk berkembang sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Menurutnya, kalau dikelola secara serius, esports bakal memberikan manfaat yang sangat besar bagi generasi muda, baik sebagai pemain maupun berbagai profesi pendukung terkaitnya.

Anak-anak muda yang mempunyai minat menjadi atlet esports, mereka bisa dibimbing dan dibina di bawah Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) melalui berbagai klub seperti yang dilakukan EVOS.

Klub-klub membantu para anak muda yang meminati esports untuk mendapatkan pelatihan dan me-manage-nya agar bisa optimal sebagai atlet, sehingga bisa menghasilkan dan mengharumkan nama bangsa.

Dalam kunjungan tersebut, Alia dan rombongan meninjau berbagai fasilitas di EVOS Integrated Training Facility dan melakukan dialog dengan para atlet tim EVOS Divine tentang proses pelatihan yang mereka jalani sebagai proplayer.

Alia terkesan dengan fasilitas serta program pelatihan yang disiapkan EVOS untuk para atletnya yang telah mengadopsi berbagai training program berstandar internasional. Para atlet memiliki mentalitas dan attitude sebagai atlet profesional.

Sama seperti atlet olahraga konvensional lainnya, ungkap Alia, atlet esports juga harus disiplin dalam menjalani pola latihan fisik yang baik, sehingga memiliki kebugaran dan stamina yang memadai.

“Untuk bisa mendulang prestasi, tentu para atlet esports harus dipersiapkan dengan baik dengan pembinaan sejak dini,” katanya.

Pembinaan tersebut bukan hanya mendapatkan tempaan taktik dan strategi, namun juga pemberian pola pelatihan fisik yang ketat dan disiplin. Ini penting untuk memastikan mereka memiliki kebugaran fisik, kecepatan, dan daya konsentrasi yang baik yang dibutuhkan saat bertanding.

Hartman Harris dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kunjungan terkait PPE 2021 ini merupakan sulatu penghormatan bagi pihaknya dan para atlet EVOS. Klub ini merupakan satu-satunya klub esports dari Indonesia yang tersebar secara regional di Asia Tenggara. Selain di dalam negeri, EVOS juga memiliki tim di Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Menurutnya, kunjungan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para atlet esports. Ini selaras dengan nilai-nilai dan keyakinan pihaknya di EVOS dalam mengembangkan talenta-talenta yang pihaknya miliki.

“Kami sangat siap untuk bersinergi ke depannya agar bagaimana EVOS serta tim esports lainnya di Indonesia bisa berkembang dan meraih prestasi yang lebih banyak lagi di tingkat regional maupun dunia,” kata Hartman.

Sementara itu, Rangga menyampaikan, optimistis bahwa Piala Presiden Esports menjadi batu lompatan penting bagi pengembangan talenta-talenta atlet esports di semua level, baik profesional, semi pro, maupun amatir.

Menurutnya, sejak diselenggarakan PPE dihelat kali pertama pada 2019 lalu, ajang ini telah menjadi sarana prestasi sekaligus talent scouting untuk melihat potensi atlet-atlet esports di Indonesia.

Turnamen PPE ini melibatkan berbagai klub esports profesional sangat terbuka lebar. PPE mendukung penuh pengembangan ekosistem esports di level klub, agar bisa semakin berkembang dan bersaing dengan klub esports mancanegara.

Adapun turnamen PPE 2021 telah menyelesaikan babak kualifikasi tertutup dan akan segera memasuki babak kualifikasi terbuka. Setelah itu, masuk babak grand final di Nusa Dua, Bali, pada Desember mendatang. Setidaknya sekitar 130 ribu atlet esports berpartisipasi dari berbagai daerah di Indonesia dan telah lebih dari 3 ribu pertandingan digelar.