Home Olahraga Semua Pihak Harus Beri Perhatian untuk Memajukan Sepak Bola di NTT

Semua Pihak Harus Beri Perhatian untuk Memajukan Sepak Bola di NTT

Kupang, Gatra.com- Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi meminta semua pihak harus memberikan perhatian untuk memajukan sepak bola di Provinsi NTT. Karena berbicara tentang olah raga kalau sepak bolanya maju pasti daerah atau negara itu maju.

“Berbicara tentang olah raga kalau sepak bolanya maju pasti daerah atau negara itu maju. Papua sebelum pelaksanaan PON 2021 pertumbuhan ekonomonya baru 3 persen. Namun setelah pelaksanaam PON pertumbuhan ekonominya meningkat menjadi 13,9 persen,” kata Nae Soi ketika membuka Kongres Biasa Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakat Bola Seluruh Indonesia (PSSI) NTT di aula El Tari Kupang, Sabtu (4/12).

Terkait dengan kongres Nae Soi menegaskan dalam sepakbola tidak butuh superman, tapi super tim. “Pengurus biar hebat bagaimana pun tapi tidak ada prestasi sama dengan nihil. Pengurus penting, tapi pemain lebih penting agar prestasi lebih tinggi. Karena itu, siapapun yang terpilih menjadi pengurus harus memajukan Sepakbola NTT,” tegas Nae Soi.

Sementara itu Ketua Esco PSSI Pusat, Haruna Soemitro mengungkapkan koordinasi Asprov dan PSSI Pusat harus terus berjalan untuk mencapai prestasi di internasional. Asprov bisa menopang klub-klub di sekitarnya untuk mendukung tim nasional.

“Siapapun pengurus dan apapun pengurusnya kalau tanpa prestasi tidak akan jadi apa-apa. Ukuran tidak hanya pada menggelar event. Prestasi kalah terus akan terus dibuli. Prestasi akan menjadi ukuran.

Harapan kita besar karena sepakbola menjadi olahraga yang paling digemari. Karena itu pengurus harus merasa tidak nyaman kalau prestasinya buruk, ” kata Harunua Soemitro.

Ada tiga prinsip sepakbola yang harus terus dipegang jelas Soemitro. Pertama, Respek. Rasa hormat kepada siapapun, pelatih kepada pemain dan pemain kepada pelatih dan seterusnya. Yang kedua adalah rules of the game. Siapapun pengurusnya harus pahami aturan tidak boleh intervensi dalam lapangan.

“Yang terakhir adalah fireplay. Harus menjunjung tinggi fireplay. Tidak ada musuh dalam sepakbola. Yang dikenal adalah lawan. Lawan berlatih dan lawan untuk bertanding,” katanya.

Soemitro pun berharap para kandidat tidak boleh bermusuh. Karena itu lawan hanya berada di Kongres. Setelah itu bersatu untuk membangun sepakbola di NTT. Memperbaiki yang salah yang sudah dilakukan dan mempertahankan yang sudah baik,” tegasnya.

Sepakbola jelas Soemitro adalah olahraga prioritas. Payung hukum alokasi anggaran untuk sepakbola sudah jelas dalam inpres untuk percepatan sepakbola nasional. “Kalau memasarkan NTT binalah Sepakbola. Persela dulu belum ada apa-apa nya. Tapi sekarang bangga dengan sepakbolanya persela lamongan. Karena memanjukan sepakbolanya,” kata Soemitro mencontohkan.

Ketua KONI NTT Andre Koreh bangga terhadap Asprov PSSI periode lalu. Karena sejak 30 tahun lalu baru pada tahun 2021 ini tim sepak bola NTT kembali kembali berlaga di PON XX Papua. “Ini prestasi yang tertinggi. Karena itu tonggak sejarah ini menjadi titik perjuangan NTT untuk lebih maju. Karena itu saya optimis, jika tahun ini kita bisa berlaga di PON XX Papua, nanti PON di Aceh nanti Tim sepak bola NTT harus ikut lagi,” kata Andre Kore.

Untuk diketahui dalam kongres biasa Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakat Bola Seluruh Indonesia (PSSI) NTT yang akan berlangsung hingga 5 Desember 2021 nanti ada dua kandidat yang bertarung memperebutkan kursi Ketua Asprop PSSI NTT, periode 2021 - 2025. Keduanya adalah Chris Mboeik, Wakil Ketua DPRD NTT dan Farry Francis, mantan anggota DPR RI.

213