Home Nasional Sabam Sirait Dinilai Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Sabam Sirait Dinilai Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Siantar, Gatra.com - Sabam Sirait dipandang layak menjadi Pahlawan Nasional Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam Seminar Pengusulan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia di Sapadia Hotel, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Selasa (7/12). 
 
Ketua Pelaksana John Eron Lumban Gaol mengatakan, Sabam merupakan tokoh yang berjuang dalam sistem politik di Indonesia. Dikatakanya, layak sebagai Pahlawan Demokrasi.  Kiprah dan perjuanganya dalam sistem politik layak diapresiasi dan disematkan sebagai Pahlawan Nasional.
 
Dosen Ilmu Politik FISIP USU, Warjio menyampaikan Sumatera Utara bukan merupakan tempat yang banyak melahirkan tokoh nasional. Sabam Sirait juga diketahui salah satu tokoh nasional dari Kota Siantar. Dari Kota Siantar, selain Sabam Sirait tokoh nasional lainya adalah Adam Malik yang pernah menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.
 
Perjuangan kelas yang dilakukan Sabam Sirait di masyarakat adalah bentuk kontribusi besar yang dilakukan Sabam. Pembentukan identitas Sabam dimulai dari keluarga membentuk karakter dalam melakukan perjuangan. 
 
"Pribadi Sabam Sirait yang sangat integritas. Selain itu, wilayah mempengaruhi karakteristik dalam melakukan perjuangan. Sabam Sirait merupakan orator yang ulung. Dia pernah mengikuti debating club yang diselenggarakan oleh surat kabar mimbar umum media terkemuka ketika itu, jelasnya.
 
Kepribadian Sabam terbentuk dari apa yang dibaca. Salah satu tokoh yang memengartuhi Sabam Sirait adalah Russel. Ini sangat mempengaruhi gaya pemikiran dan karakteristik perjuangan. Sabam punya daya pikir meledak dan realistis dalam perjuangan demokrasi di Indonesia.
 
Ketokohan Sabam Sirait juga diketahui atas sikapnya yang mendukung perjuangan Palistina, yang mana dia merupakan seoarang Kristen.
 
Narasumber lainya, Suprayitno menjelaskan dalam konteks sejarah bagaimana Sabam Sirait lahir dan besar. Sabam Sirait yang merupakan adalah pejuang demokrasi lahir di Tanjung Balai, walau hanya dua tahun. 
 
"Dalam dokumen pengusulan, Kita harus berangkat sejarah temapat lahir Sabam di  Tanjung Balai. Dari sini, maka kota Tanjung balai harus menjadi kota toleransi. Karena perdagangan pesisir menggambarkan bahwa Tanjung Balai adalah kota Perdagangan," kata Dosen Ilmu Politik FISIP USU.
 
Dijelaskan Suprayitno, Siantar merupakan kota revolusioner. Tidak bisa dipungkiri Siantar merupakan kota yang membentuk karakter Sabam Sirait. Di Siantar sejak kecil, Sabam sudah menjadi teladan dengan literasinya. Kita mau meneladani sikap Sabam. 
 
Menurut catatan, di Medan Sabam belajar banyak tentang belajar demokrasi dan politik. Periode 1950-1952, dimasa ini periode ini sangat krusial dengan guncangan politik dan penjajahan kolonial Belanda masih sangat kentara terasa. Sambam belajar pada situasi ini. 
 
Narasumber ketiaga J Anto mengatakan, Sabam merupakan aktor politik. Pertanyaan pentingnya adalah kontruksi nilai apa yang membuat Sabam Sirait menjadi pejuang demokrasi, atau ada nilai yang diwariskan dari orang tua.
 
Dijelaskanya, berdasarkan dokumen di  perpustakaan nasional. Karakter dan identitas Sabam terbentuk tidak lepas dari Tuan Manullang dengan Suara Batak sebagai surat kabar dalam perjuangan melawan kolonial. Nilai inklusisme ini, mendapatkan ruangnya ketika Sabam Sirait sebagai anggota Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GMKI).
 
"Sabam Sirait masuk pada sistem politik yang buruk dan memanfaatkan kesempatan untuk memperbaiki sistem politikke arah yang lebih baik. Legasi Sabam berjuang melawan integritas dirinya sendiri. Walau dia mendapatkan tawaran kekuasaan. Semuanya ditolak. Ini merupakan medan perjuangan sendiri, dia tidak menggadaikan integritasnya karena kekuasaan, jelas Anto.
 
Sambung Anto, Sabam adalah aktor demokrasi. Siapa yang mengajak Megawati berpolitik adalah Sabam Sirait.
Ketua Umum Pengusulan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia, RE Nainggolan menyampaikan, bahwa ara narasumber menyampaikan sangat luar biasa tentang perjuangan Sabam Sirait. Ini muncul dari semangat kita bersama. Kata dia, sama sekali panitia tidak pernah berhungan dengan keluarga, ini muncul dari hati kami yang paling dalam.
 
"Pernyataan dan dukungan tertulis dalam bentuk formulir yang diberikan, kami sampaikan terimakasih. Terimakasih dari berbagai organisasi yang hadir. Dengan konsistensi dan integritas yang ada kita terus berjuang mengusulkan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Demokrasi. Kepada Tuhan kita persembahkan. Berdoa Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional," pungkas RE Nainggolan.

 

467