Home Kebencanaan KADIN: Mitigasi dan Tanggap Bencana Harus Jadi Perhatian

KADIN: Mitigasi dan Tanggap Bencana Harus Jadi Perhatian

Jakarta, Gatra.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia berupaya membantu pemerintah dan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur (Jatim) yang terjadi sejak pekan lalu. Salah satunya melalui seruan siaga bencana nasional kepada KADIN Daerah (KADINDA) yang berada di seluruh wilayah Tanah Air.

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, menyebut perlu memperhatikan ancaman hidrometeorologi. 

Ia juga meminta anggotanya di seluruh Indonesia untuk memperhatikan dan menerapkan Business Continuity Planning (BCP) atau Perencanaan Keberlangsungan Bisnis, serta memulai berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait kesiapsiagaan bencana. 

"Mitigasi dan tanggap bencana harus menjadi salah satu perhatian utama kita semua. Terlebih lagi adanya perubahan iklim memiliki dampak menimbulkan bencana alam seperti badai, kekeringan, banjir dan banyak lagi. Perlu ada skenario mitigasi bencana di area-area yang dinilai rawan tersebut," ujarnya, Kamis, (9/12).

Selain dengan BPBD, KADINDA, kata Arsjad, harus berkonsolidasi dan berkoordinasi dengan asosiasi dan himpunan di wilayahnya untuk menerapkan siaga dan tanggap bencana di bidang ekonomi. 

Ia mengatakan bencana pastinya akan berpengaruh pada sektor-sektor bisnis dan ekonomi, sehingga harus ada mitigasi resikonya.

Terkait dengan erupsi Gunung Semeru, lanjut Arsjad, Kadin Indonesia telah mendorong agar penyelamatan dan evakuasi masyarakat di sekitar area gunung tersebut menjadi fokus utama yang harus diambil pemerintah. Terutama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang memang memiliki perhatian soal bencana.

Arsjad meminta agar dalam situasi pandemi virus corona, penerapan protokol kesehatan (prokes) perlu menjadi perhatian utama. Hal tersebut untuk mencegah lokasi pengungsian yang menjadi area aman bagi masyarakat itu tidak jadi klaster baru penularan. 

"Kadin Indonesia membantu pemerintah untuk mempercepat pemulihan dari situasi bencana di Gunung Semeru. Saat ini Kadin Indonesia melakukan kajian kebutuhan dan koordinasi internal," jelasnya.

120