Home Info Sawit MAKSI: Keunggulan Sawit Ada Pada Vitamin

MAKSI: Keunggulan Sawit Ada Pada Vitamin

Medan, Gatra.com - Klaim pemilik Celebes Farm, Riski Wahid, yang menyebut minyak kelapa produknya lebih sehat dari minyak sawit terus menuai cibiran.

Kali ini Ketua Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia sekaligus Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI), Dr Ir Darmono Taniwiryono, yang bereaksi.

Setelah membaca postingan pemilik Celebes Farm di akun Instagram, Darmono tertawa. “Jadi begini, itu lebih bagus dari sudut apa,” katanya kepada seperti dilansir elaeis.co.

Soal rantai lemak asam menengah atau medium chain fatty acid minyak kelapa yang lebih pendek dari minyak sawit, Darmono membenarkannya.

Asam yang disebut monolaurat itu akan dipotong kecil-kecil oleh tubuh saat dikonsumsi. “Asam lemak kelapa itu fungsinya anti bakteri, anti jamur,” kata Direktur PT Nutri Palma Nabati, produsen minyak red virgin palm oil itu.

Rantai asam lemak pada sawit, kata Darmono, memang lebih panjang tetapi bukan berarti tidak bisa dipotong-potong oleh enzim yang ada di dalam tubuh. “Asam palmitat yang ada di sawit juga sangat bagus bagi kesehatan tubuh, menjadi lapisan di dalam rongga paru-paru. Begitu juga asam laurat yang mampu menurunkan kolestrol. Itu kan bagus bagi tubuh,” bebernya.

“Beliau itu enggak belajar tentang asam lemak yang banyak macamnya, ada salmitat, ada laurat, dan lainnya. Minyak kelapa memang mengandung asam laurat tapi fungsinya adalah untuk energi, bukan yang lain,” sindirnya

Darmono mengingatkan, tuhan menciptakan tumbuhan dengan manfaat masing-masing. “Fungsi zaitun berbeda dengan kelapa, begitu juga dengan sawit. Tuhan menciptakan tanaman yang berbeda manfaatnya. Jadi, enggak benar itu, lemak enggak ada yang jahat,” sebutnya.

Dari sisi kandungan nutrisi, katanya, sawit juga tak kalah. Bahkan sawit memiliki kandungan vitamin yang tidak ada di kelapa. “Keunggulan sawit itu ada pada vitamin. Dari warnanya yang merah atau kuning, itulah yang menunjukan sawit kaya vitamin E dan betakaroten,” papar peneliti senior yang mengklaim semakin sehat setelah beberapa tahun mengonsumsi minyak merah sawit itu.

“Klaim produsen minyak kelapa itu tidak benar. Enggak boleh dia begitu. Enggak benar dia itu,” pungkasnya.