Home Hiburan “Inspiring Woman Born Chinese”, Saatnya Wanita Unjuk Diri

“Inspiring Woman Born Chinese”, Saatnya Wanita Unjuk Diri

443

Jakarta, Gatra.com-Yayasan Duta Indonesia Maju (YDIM) bersama DAAI TV menghelat acara “Inspiring Woman Born Chinese”. Malam penganugerahan ini berlangsung di The Tribrata Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (17/12).

Acara ini merupakan apresiasi dan penghargaan terhadap wanita Indonesia keturunan China yang dinilai menginspirasi wanita lain dan masyarakat luas. Terdapat 14 wanita yang mendapat penghargaan dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Melalui acara ini, Founder dan Ketua Yayasan Duta Indonesia Maju, Lisa Ayodhia mengatakan menginginkan perempuan-perempuan terpilih menjadi inspirasi.

“Ibu-ibu yang terpilih itu menjadi inspirasi, memberi teladan kepada kelompoknya. Tidak hanya berkelompok pada satu lingkungan saja, tetapi bisa membaur dengan semuanya,”ucap Lisa di The Tribrata, Jakarta Selatan pada Jumat (18/12) malam.

Lisa mengatakan bahwa Ia dan pihaknya ingin memberikan inspirasi bagi perempuan-perempuan lain di mana wanita Indonesia keturunan Tionghoa memberikan banyak kontribusi terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Beberapa kontribusi dari para pemenang yang disebutkan oleh Lisa seperti memberikan pendidikan gratis dan lapangan pekerjaan.

“Mereka yang sudah berkontribusi terhadap masyarakat seperti misalnya peduli terhadap ojol (ojek daring) lalu ke kantong-kantong miskin, memberi pelajaran sekolah tidak bayar,”tutur Lisa.

Kurator dalam acara ini, Roy Darmawan menyebutkan bahwa tolak ukur sehingga bisa mendapatkan penghargaan adalah memiliki dan memberikan inspirasi. “Inspirasi ini sangat terkait dengan kepeloporan, keteladanan kemudian apa yang sudah dilakukan dan visi ke depan. Saya kira itu,”tutur Roy Lisa di The Tribrata, Jakarta Selatan pada Jumat (18/12) malam.

Agatha Nindya menjadi salah satu wanita termuda yang mendapatkan penghargaaan. Ia bergerak di bidang perhiasan dan menggabungkan gaya Tionghoa dan tradisonal Indonesia dalam perhiasan. Selain itu, ia memiliki kewajiban mendistribusikan pengetahuan.

“Saya juga sangat suka melihat culture-culture Tionghoa, culture-culture Indonesia dan apalagi saya inikan generasi milenial, jadi saya sangat senang menggabungkan gaya kontemporer, gaya Tionghoa, dan juga gaya tradisional Indonesia dan membuatnya menjadi sebuah perhiasan,”ucap Nindya di The Tribrata, Jakarta Selatan pada Jumat (18/12) malam.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS