Home Lingkungan Bendungan Kering: Bukan untuk Irigasi, Tapi Pengendali Banjir

Bendungan Kering: Bukan untuk Irigasi, Tapi Pengendali Banjir

275

Jakarta, Gatra.com - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian PUPR, Bambang Heri Mulyanto, mengungkapkan bahwa salah satu upaya untuk mengendalikan banjir di daerah urban atau pesisir Jakarta adalah pengendalian di wilayah hulu.

Menurut Bambang, salah satu upaya pengendalian banjir yang bisa dilakukan di wilayah hulu adalah dibangunnya infrastruktur bendungan kering (dry dam). Selain itu, upaya pengendalian di hulu juga bisa mencakup reboisasi hingga pembangunan situ atau embung.

“Jadi tidak ada untuk air minum, untuk irigasi, tidak ada untuk PLTA. [Bendungan kering] fungsinya hanya untuk pengendali banjir saja. Dia tidak menampung air [minum, irigasi, dll] karena hanya mengendalikan banjir dari hulu,” kata Bambang dalam webinar yang digelar pada Rabu, (29/12/2021).

“Saat ini kami membangun dua bendungan kering pertama di Indonesia yang fungsinya tunggal, untuk pengendali banjir saja,” imbuh Bambang.

Kedua bendungan tersebut adalah Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembangunan kedua bendungan tersebut disebut merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) dari hulu hingga hilir untuk mengurangi kerentanan bencana banjir kawasan Metropolitan Jakarta.

"Dua bendungan ini tidak akan menampung air, karena air hujan hanya ditampung sementara dan dialirkan sekecil mungkin ke Sungai Ciliwung, sehingga diatur debitnya yang harus mengalir saat musim hujan," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, seperti dilansir oleh laman resmi Kementerian PUPR.

Bendungan Sukamahi didesain dengan tipe urugan random inti miring dengan tinggi puncak 55 meter, lebar 9 meter, dan panjang 169 meter. Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 hektare dengan manfaat mereduksi banjir sebesar 15,47 m3/detik. Kontrak pembangunannya senilai Rp464,93 miliar.

Selaras dengan Bendungan Sukamahi, Bendungan Ciawi juga didesain dengan tipe urugan random inti miring dengan tinggi puncak 55 meter, lebar 9 meter, dan panjang 334,5 meter. Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,05 juta m3 dan luas area genangan 39,40 hektare untuk mereduksi banjir sebesar 111,75 m3/detik. Kontrak pembangunannya senilai Rp 798,70 miliar.

Melansir Antara News, pembangunan kedua bendungan ini diharapkan dapat rampung pada akhir tahun 2021. Namun, sejauh ini, belum diketahui pasti sudah sampai sejauh mana progresnya menjelang akhir tahun ini.

Sejauh ini, menurut keterangan terakhir Kementerian PUPR pada Agustus 2021, kedua bendungan tersebut masih berada pada tahap pembangunan. Progres Bendungan Sukamahi sudah mencapai 78,96%, sedangkan Bendungan Ciawi sudah menyentuh prosentase 79,44%.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS