Home Politik Kementerian BUMN Dipuji Komisi VI DPR, Tapi Ada Catatan

Kementerian BUMN Dipuji Komisi VI DPR, Tapi Ada Catatan

Jakarta, Gatra.com - Kementerian BUMN memastikan program-program utama yang diinisiasi selama tahun 2021 berhasil dituntaskan dengan baik. Pencapaian kinerja secara maksimal tersebut berkat dari usahanya dalam melakukan transformasi di tubuh BUMN.

Menanggapi capaian ini, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung mengakui keberhasilan Kementerian BUMN di bawah pimpinan Erick Thohir dengan mengonsolidasi berbagai reorganisasi dengan pembentukan holding BUMN.

 

 

Secara umum kinerja BUMN membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Juga secara organisasi, BUMN saat ini sudah lebih terkonsolidasi dengan berbagai reorganisasi yang dilakukan dengan pembentukan holding-holding BUMN yang disusun berdasarkan lini bisnisnya, kata Martin Manurung saat dikonfirmasi, Jumat (31/12).

 

Dikatakan politisi Partai NasDem ini, Erick Thohir selaku nakhoda Kementerian BUMN harus menyelesaikan persoalan yang masih tersisa, seperti Garuda dan utang-utang di BUMN.

 

Catatan-catatan yang masih tersisa adalah penyelesaian berbagai masalah seperti Garuda, penyelesaian utang di berbagai BUMN, khususnya yang sering mendapat penugasan dan penutupan berbagai BUMN yang harus diselesaikan, ucapnya.

 

Menurut Martin, meningkatnya laba bersih konsolidasi BUMN bukan satu-satunya ukuran, tetapi bagaimana BUMN memiliki strategi yang baik dan tepat. Selain itu, proyek-proyek strategis nasional juga diperhatikan dengan mempertahankan neraca yang sehat. 

 

"Selain itu, laba bukan hanya satu-satunya ukuran. Kita juga mengharapkan agar BUMN memiliki strategi yang baik dan tepat untuk menginvestasikan laba yang dimilikinya," ungkapnya.

 

Demikian juga dengan proyek-proyek strategis nasional yang harus diselesaikan sesuai target dengan tetap mempertahankan neraca yang sehat, tambahnya.

 

Jelang akhir tahun, Erick Thohir berhasil mengalihkan polis nasabah PT Jiwasraya ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) yang dinilai sukses menyelamatkan nasabah Jiwasraya. Sebanyak 230.000 polis para nasabah tahap pertama Jiwasraya berhasil diselamatkan dan dipindahkan menjadi nasabah ke Indonesia Financial Group (IFG), Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan.

 

Anak buah Surya Paloh ini berharap, selain masalah Jiwasraya Erick Thohir mampu menyelesaikan masalah-masalah di BUMN seperti dana pensiunan.

 

"Juga ada potensi masalah yang dalam waktu dekat harus diselesaikan, seperti penataan Dana Pensiun di BUMN. Ini juga perlu perhatian dan langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikannya," harapnya.

 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan evaluasi kinerja setahun Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis (30/12). Selama tahun 2021, Kemen-BUMN berhasil meningkatkan laba bersih konsolidasi BUMN secara signifikan. 

 

Dari hanya sebesar Rp 13 Triliun pada akhir tahun 2020, laba bersih konsolidasi hingga kuartal III di tahun 2021 sudah mencapai Rp 61 Triliun. Menuju akhir tahun, laba konsolidasi yang dihasilkan diperkirakan lebih besar lagi.

 

"Atas nama seluruh pimpinan dan karyawan Kementerian serta para direksi perusahaan BUMN, kami bersyukur, dan alhamdulillah di akhir 2021 ini saya bisa menyampaikan kabar baik kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. Meski kita semua terus berjuang menghadapi disrupsi akibat pandemi, kinerja positif kementerian BUMN tetap bisa ditingkatkan. Kinerja keuangan, operasional, dan tanggung jawab sosial yang dilakukan mencatat hasil terbaik," kata Erick Thohir.

 

Pada tahun 2021, Erick Thohir juga berhasil menggabungkan bank-bank syariah BUMN ke dalam entitas bernama Bank Syariah Indonesia atau BSI.

 

BSI terbentuk dari penggabungan tiga Bank Syariah milik Himbara yakni Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah. Dengan terbentuknya BSI, untuk pertama kalinya Indonesia memiliki Bank Syariah yang besar. Dengan total aset sekitar Rp247 triliun.

 

BSI bahkan menjadi bank nomor 7 terbesar di Indonesia sekaligus menjadi bank syariah berperingkat 11 di dunia. Hal ini jelas memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di dunia.

 

Penggabungan lainnya dilakukan di sektor ultra mikro melalui merger BRI, Pegadaian, dan PNM yang bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan daerah. Lewat merger ini diharapkan pelaku UMKM dan ultra mikro bisa dapat kemudahan akses permodalan sehingga bisa naik kelas.

 

270