Home Sumbagsel Disdik Sumsel Ungkap Kondisi PTM 100 Persen di Sumsel

Disdik Sumsel Ungkap Kondisi PTM 100 Persen di Sumsel

Palembang, Gatra.com - Sekolah-sekolah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, sejak Senin (3/1). Kendati begitu, Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi setempat menyebut masih banyak siswa yang tak dapat izin orangtua untuk belajar di sekolah.

“Meski kapasitasnya sudah 100 persen, belum sepenuhnya terealisasinya sekolah tatap muka tersebut. Sebab, izin orangtua menjadi alasannya,” ujar Kepala Disdik Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi di Palembang.

Hal itu terjadi, lanjutnya, karena para orangtua siswa masih merasa khawatir selama masih ada pandemi virus Corona atau Covid-19. Padahal, kebijakan yang telah diberlakukan tersebut begitu disambut baik oleh para siswa dan wali murid.

“Ada beberapa daerah, khususnya di Ibu Kota Sumsel (Palembang) saat ini masih banyak juga orangtua yang mempertimbangkan agar anaknya bisa menahan diri untuk tidak mengikuti PTM, mereka khawatir,” katanya.

Bukan itu saja, sambungnya, orangtua juga belum mengizinkan jika status kondisi saat ini belum dicabut oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. “Karena itulah, para orangtua memilih lebih baik anaknya tetap belajar dari rumah secara daring dibanding terpapar Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, Disdik provinsi setempat sendiri telah mengimbau dan berkoordinasi dengan seluruh sekolah yang ada di wilayahnya soal tetap dapat memberikan fasilitas belajar secara daring. Khususnya bagi mereka yang belum bisa hadir secara langsung di sekolah.

“Jadi, saya pastikan sekolah-sekolah tetap memberikan layanan itu (belajar daring bagi siswa). Misal, di Kota Palembang ini dari sekelas berjumlah 36 siswa, yang ikut PTM mungkin 18 sampai 20 siswa saja,” katanya.

Dijelaskannya, padahal untuk serapan vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga pendidik dan siswa jumlahnya sudah mencapai 80 hingga 85 persen untuk masing-masing dari dua kelompok tersebut. Bahkan, pihaknya juga mulai bertahap mewajibkan setiap masuk sekolah harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Nah, jadi kalau siswa mau masuk atau daring itu adalah kesepakatan sekolah dan wali murid. Sedangkan kita hanya memberikan imbauan,” katanya.


 

1081