Home Ekonomi Ekonomi Sulit, Wong Cilik Diguyur Sembako Puan

Ekonomi Sulit, Wong Cilik Diguyur Sembako Puan

Mataram, Gatra.com- Meskipun sebenarnya tidak ada wong gede dan wong cilik, bahasa politik sering menggunakan frasa berkonotasi negatif itu. Masa pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan memunculkan banyak kesulitan bagi masyarakat te rutama masyarakat kecil atau wong cilik di bumi Lombok tengah (Loteng).

PDI Perjuangan Lombok Tengah sebagai partainya wong cilik menyalurkan ribuan beras premium dan sembako dari Ketua DPR RI Puan Maharani kepada masyarakat Loteng yang akan dijadikan perhelatan akbar MotoGP 2022 mendatang.

“Bantuan beras premium ini merupakan bantuan awal. Bantuan beras tersebut merupakan bentuk kepedulian Ketua DPR RI Puan Maharani kepada masyarakat wong cilik di Lombok Tengah,” kata anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP H Ruslan Turmuzi, Senin (3/1).

Politisi bangkotan PDIP yang sudah lima periode menjadi Anggota DPRD NTB ini mengatakan, bantuan beras tersebut sebagai wujud kepedulian meringankan beban masyarakat Loteng, terutama karena situasi saat ini masih dilanda pandemi Covid-19.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah, Suhaimi menambahkan, Ketua DPR RI hadir untuk membantu masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih tidak menentu ini. Bantuan beras yang ditempatkan dalam goody bag tersebut berisi beras premium sebanyak lima kilogram.

Tim yang mendistribusikan bantuan telah mengantongi nama-nama warga yang akan menerima bantuan tersebut. “Bantuan beras ini bisa turut meringankan beban masyarakat, mengingat pandemi telah menyebabkan sejumlah harga bahan kebutuhan pokok saat ini merangkak naik. Dengan bantuan ini, untuk sementara masyarakat tidak perlu membeli beras sehingga masyarakat bisa mengalihkan dana yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan lain,” kata Suhaimi. .

Dikatakan, PDIP akan selalu hadir manakala masyarakat sedang dihadapkan pada kesusahan. “Ini sudah menjadi ideologi PDI Perjuangan dan seluruh kadernya untuk satu garis dengan rakyat,” terang Suhami.

Kepedulian ini juga nampak ketika kader PDIP menjabat sebagai Menteri Sosial.

1049