Home Lingkungan Data Kemenparekraf: Pariwisata Sumbang 8% Emisi Karbon Dunia

Data Kemenparekraf: Pariwisata Sumbang 8% Emisi Karbon Dunia

37

Jakarta, Gatra.com - Berdasarkan data-data yang didapatkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, pariwisata memiliki kontribusi atau menyumbang 8% emisi karbon dunia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, via Zoom dalam acara peluncuran "Carbon Footprint Calculator dan Offsetting" pada Jumat, (7/1).

"Besaran angka ini didapat secara keseluruhan, mulai dari kita planning sampai bepergian dengan kendaraan, sampai ke airport naik pesawat, naik kapal pesiar, serta aktivitas para wisatawan di destinasi," tuturnya.

Sandi, panggilan akrab Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan memang pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) mempunyai responsibility atau tanggung jawab atas emisi karbon itu. "Karena kita punya jejak karbon yang besar. Dan nilai daripada ecosystem kami triliunan dolar secara global," ungkapnya.

Sebelumnya Sandi menyebut masyarakat Indonesia yang berwisata maupun membeli produk kreatif melebihi jumlahnya, yakni angkanya sebesar 97%. Meski demikian, angka tersebut menandakan itu adalah bagian daripada penciptaan lapangan kerja dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta terdapat lebih dari 112 juta angkatan kerja.

Terkait konsep pengembangan pariwisata, terang Sandi, kini mereka tengah mengarahkan kepada kualitas dan keberlanjutan. "Bukan hanya lingkungan tapi keberlanjutan dari 3P, Planet (alam), People (manusia), dan Prosperity (kesejahteraan)," sambungnya.

Menurut Sandi, keberlanjutan ekonomi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan itu dalam satu tarikan nada. Dan ini sesuai dengan tren global parekraf, yang selalu ia sampaikan, yaitu personalize, localize, customize, and smaller in size.

Personalized adalah di mana traveler atau wisatawan akan lebih memilih jenis pariwisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga. Kemudian customize yaitu para wisatawan akan berwisata dengan pilihan minat khusus seperti wisata berbasis alam. Localize, yakni wisatawan akan lebih memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sementara smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif, sebagaimana mengutip siaran pers dari laman resmi Kemenparekraf pada Jumat, (7/1).

"Ini yang menjadi satu konsep triple bottom line, People, Planet, Prosperity, dan kita tambah 2P menjadi 5P yaitu Partnership [kemitraan] and Peace [perdamaia]. Kita harus ambil langkah strategis," kata Sandi.


 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS