Home Internasional Banjir Hanyutkan 54 Nyawa, Respon Pemerintah Lemot

Banjir Hanyutkan 54 Nyawa, Respon Pemerintah Lemot

Kuala Lumpur, Gatra.com- Banjir terparah di Malaysia dalam satu dekade ini telah merenggut 54 nyawa dan menyebabkan lebih dari 70.000 orang kehilangan rumah di 7 negara bagian di seluruh negara Asia Tenggara itu setelah hujan deras. Di mana hal ini diperparah oleh perubahan iklim pada bulan Desember lalu dan awal Januari 2022.

Stasiun berita Al Jazeera melaporkan pada Rabu, (12/1) negara bagian barat termasuk ibu kotanya, Kuala Lumpur, dan negara bagian Selangor, terkena dampak paling parah sesudah 1 bulan hujan turun dalam sehari. Selain itu, sekitar 7 negara bagian di seluruh negeri tersebut juga terkena dampaknya.

Dihadapkan dengan tanggapan resmi yang lamban, warga Malaysia langsung bergegas membantu satu sama lain. Di Twitter, tagar seperti #DaruratBanjir dan #KerajaanPembunuh mulai trending.

Pengungsi banjir Amin Mohamad mengatakan kepada stasiun berita Al Jazeera bahwa tidak ada tanda-tanda lembaga pemerintah yang seharusnya membantu, dan keluarganya justru diselamatkan oleh sekelompok sukarelawan dengan kayak.

"Tidak ada peringatan, kami tidak punya waktu untuk mengemas apa pun. Kami hanya pergi ke tempat yang tinggi dan menunggu bantuan tetapi tidak ada yang datang," ungkap penduduk Shah Alam, Ibu Kota Selangor. 

"Untungnya, beberapa kayak datang pada dini hari," imbuhnya. Untuk diketahui, banjir tersebut merupakan yang terburuk sejak Desember 2014 lalu ketika sedikitnya 21 orang tewas. Dan kemudian eks Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak dikritik karena terlalu lama kembali dari liburan untuk bermain golf di Hawaii dan menangani bencana tersebut.

Kali ini Ismail Sabri, PM ketiga negara itu sejak tahun 2018, yang mendapat kecaman atas respons lambat pemerintah dan Perikatan Nasionalnya. Butuh waktu 36 jam sebelum pihak berwenang mengerahkan misi pencarian dan penyelamatan ke daerah-daerah yang dilanda banjir dan memberi pasokan dasar seperti makanan kepada mereka yang terkena dampak banjir tersebut.

157