Home Ekonomi Kemenparekraf Dorong Pariwisata Ramah Muslim

Kemenparekraf Dorong Pariwisata Ramah Muslim

Jakarta, Gatra.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong gairah pariwisata ramah muslim (muslim friendly) di tahun 2022 ini seiring upaya pemulihan ekonomi nasional.

Sayangnya, kata Sandi, banyak terjadi kesalahpahaman di ruang publik mengenai konsep pariwisata halal. Ia pun akan memprioritaskan sosialisasi mengenai konsep tersebut.

“Yang sekarang kita utamakan adalah sosialisasi. Jangan ada miskonsepsi terhadap pariwisata ramah muslim karena pariwisata ramah muslim adalah konsep yang implisit, di mana layanan tambahan atau extended service yang diberikan bisa memberikan pelayanan yang lebih luas kepada kebutuhan pasar,” kata Sandi dalam sebuah webinar yang digelar pada Rabu, (12/1).

Sandi menyebut bahwa kebutuhan pasar pariwisata halal Indonesia adalah mengakomodasi kebutuhan khas wisatawan muslim. Ia berharap semua layanan tambahan tersebut juga bisa dinikmati seluruh segmen wisatawan dengan berbagai latar belakang agama.

Sandi merinci komponen akomodasi itu, yaitu amenitas, aksesibilitas, atraksi, dan tak lupa juga sertifikasi Clean, Healthy, Safety, and Environmental Friendly (CHSE) yang kian penting selama pandemi Covid-19.

Selain itu, dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional, Sandi juga berharap agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa memanfaatkan digitalisasi.

Sandi juga berharap dengan bergairahnya pariwisata halal di tahun ini bisa mendorong peluang ekonomi bagi masyarakat, salah satunya dengan terbukanya lapangan kerja yang luas.

“Kami yakin bahwa pariwisata halal adalah upaya pemulihan ekonomi yang akan meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas kesempatan kerja, mendayagunakan UMKM,” kata Sandi.

Sandi menyebut beberapa contoh program yang sudah mampu berkontribusi menggeliatkan ekonomi masyarakat lokal, di antaranya program Desa Wisata, pasar tradisional, dan sentra ekonomi kreatif.

Sandi berharap hal tersebut dapat terus berlanjut. Tujuannya agar sumber daya dan ekonomi tersebar secara merata ke setiap lapisan, terutama di kelompok masyarakat yang dekat dengan lokasi pariwisata halal.

“Kami yakin bersama kita lebih kuat, lebih adil, dan lebih setara. Kita pastikan sumber daya terdistribusikan secara adil dan merata melalui ketegasan dan percepatan eksekusi dan implementasi program pariwisata halal sebagai pijakan kebijakan strategis kita,” tegas Sandi.

48