Home Sumbagsel Tiga Sektor di Sumsel Menjadi Perhatian dalam Program Kemitraan

Tiga Sektor di Sumsel Menjadi Perhatian dalam Program Kemitraan

Palembang, Gatra.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), menyebutkan sedikitnya ada tiga sektor di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang menjadi perhatiannya, guna mendapatkan bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan, mengatakan kini MIND ID --yang merupakan BUMN holding industri pertambangan Indonesia beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia Tbk, PT Inalum Persero dan PT Timah Tbk, tengah berupaya membangun sinergi dengan Pemprov Sumsel dalam melaksanakan PKBL para anggotanya.

“Di Sumsel ada tiga sektor yang menjadi perhatian kita untuk mendapatkan bantuan PKBL itu,” ujarnya, Rabu (12/1).

Dijelaskannya, sektor pertama adalah bidang pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mereka naik kelas. 
“Lewat program ini, kita menargetkan tak hanya membantu UMKM, tapi berupaya membuat para UMKM ini naik kelas baik dari sisi omzet maupun marketnya,” katanya.

Kedua, lanjutnya, adalah program lingkungan terutama isu-isu reklamasi di sekitar PT Bukit Asam (PTBA) Tanjung Enim yang perlu mendapat perhatian untuk dituntaskan.

Selanjutnya adalah sektor pendidikan melalui program pendidikan ke kampus dan sekolah-sekolah termasuk perbaikan sarana pendidikan.

“Kenapa ini kita tata dari awal, agar program ini benar-benar terukur. Setelah ini kita akan bentuk tim kecil dan alokasinya kita satukan dan kunci program-program strategis. Program tidak perlu banyak yang penting high impact,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, mengatakan pemerintah provinsi menyambut positif terkait sinergi yang direncanakan MIND ID. Pihaknya juga mengusulkan agar dibentuk sentra-sentra khusus pada pengembangan kegiatan perekonomian kerakyatan, salah satunya peternakan.

Menurutnya, peternakan seperti domba dan kambing di wilayahnya ini cukup potensial karena bahan baku pakan yang tersedia banyak. Bantuan yang akan diberikan diharap tidak sebatas materi saja namun juga pembinaan agar dapat berkelanjutan dan menjadi alternatif mata pencaharian warga Sumsel.

“Minimal dibina sampai berkembang biak. Kalau pola ini konsisten dijalankan bukan tidak mungkin peternakan ini akan menjadi besar dalam 5 hingga 10 tahun ke depan,” ujarnya.
Bukan hanya di bidang ekonomi kerakyatan, sambunya, Pemprov juga meminta agar MIND ID mengarahkan PTBA untuk memenuhi kebutuhan jaringan internet bagi pelajar di Sumsel. 
“Jadi, para siswa akan semakin dimudahkan belajar dalam masa pandemi yang belum juga berakhir ini,” katanya.

1059