Home Sumbagteng Pulang dari Turki, Tujuh Warga Merangin Dikarantina di Jakarta

Pulang dari Turki, Tujuh Warga Merangin Dikarantina di Jakarta

48
Merangin, Gatra com - Ancaman penyebaran covid-19 varian Omicron benar-benar nyata. Dan sebagai bentuk antisipasi pemerintah untuk menangkal varian omicron masuk ke Indonesia di akukan secara ketat, seperti yang dilakukan terhadap tujuh warga Kabupaten Merangin, Jambi, yang baru pulang dari Turki dan langsung dikarantina di Jakarta.
 
Hal tersebut dikatakan Komandan Kodim 0420 Sarko Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis, pada rapat pencapaian vaksinasi Covid-19 yang dipimpin Sekda Merangin Fajarman, di Aula Bappeda Merangin, Rabu (12/1).
 
"Untuk itu kita harus terus waspada. Kebanyakan warga yang terpapar Omicron ini memang orang yang baru pulang dari luar negeri. Tetap jaga protokol kesehatan dan waspada terhadap keluar masuknya warga ke Merangin," ujar Dandim 0420 Sarko.
 
Meskipun sudah menjalankan karantina di Jakarta lanjut Dandim, begitu sampai di Merangin mereka tetap diwaspadai. Jadi tegas Dandim ada tingkatannya, karantina di Jakarta dan Satgas di daerah tetap waspada, guna antisipasi omicron.
 
Wajib karantina bagi warga masyarakat yang baru dari luar negeri itu, jelas Dandim, tertuang dalam surat yang dikeluarkan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 1 Tahun 2022.
 
Surat itu berisi tentang pintu masuk (Entry Point), tempat karantina dan kewajiban RT-PCR bagi warga negara Indonesia pelaku perjalanan luar negeri,ujar Dandim. 
 
Peraturan karantina tersebut sambung Dandim, akan terus diperketat, mengingat varian omicron yang sudah mulai masuk ke berbagai negara, termasuk Indonesia dan tidak menutup kemungkinan di Merangin.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan ada sebanyak 68 kasus baru varian omicron, sehingga total kasus omicron di Indonesia menjadi sebanyak 136 kasus hingga Sabtu (01/1).
 
"Semua kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri, dengan asal negara kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat," ungkap Dandim.
 
 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS