Home Kalimantan Pemprov Kalsel akan Bangun 5 Gedung Baru Setingkat SMA

Pemprov Kalsel akan Bangun 5 Gedung Baru Setingkat SMA

19

Banjarbaru, Gatra.com - Pemprov Kalsel telah membangun 12 gedung sekolah baru tingkat SMA dan SMK sejak tahun 2017 lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammad Yusuf Efendi mengungkapkan, untuk tahun 2022 ini, Pemprov Kalsel kembali akan membangun 5 sekolah baru baik SMA, SMK dan SLB.

Yusuf menyampaikan, topografi dan geografis wilayah Provinsi Kalsel terbagi empat kawasan yakni rawa, dataran, pegunungan dan kepulauan.

“Kondisi ini berdampak kepada infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan. Namun, bukan berarti Pemprov berdiam diri,” katanya, kepada Gatra.com di Banjarbaru Jumat (14/1).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel agar menaruh perhatian besar pada pemerataan akses pendidikan di provinsi berjuluk 'Bumi Lambung Mangkurat' itu.

"Sesuai arahan Gubernur Kalsel, pada tahun 2022, kembali dilanjutkan membangun 5 unit sekolah baru SMA, SMK dan SLB sehingga totalnya 17 unit. Di samping itu juga telah dibangun sebanyak 238 ruang kelas baru,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, terkait pemerataan mutu pendidikan, pihaknya terus melakukan upaya optimalisasi terhadap delapan standar pendidikan. Yang terdiri dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), pengelolaan, pembiayaan dan penilaian. Semua itu ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan GTK Non PNS yang berjumlah 5.375 orang, agar dapat meningkat kinerjanya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel kata Yusuf telah menambahkan program BOS dari pemerintah pusat dengan program BOSDA melalui APBD Provinsi Kalsel, serta meningkatkan jumlah guru untuk mengikuti PPG melalui APBD Provinsi Kalsel. Agar terwujud guru yang profesional dan angka capaian sementara tahun 2020 sudah 74,36 %.

Yusuf menyebut, kendati secara topografi dan geografis memberikan dampak kesenjangan antar satuan pendidikan, namun dalam konteks pemerataan akses dan mutu pendidikan tidak menjadi persoalan. 

Hal ini dapat dipahami sebagai hasil dari upaya perluasan dan pemerataan akses pendidikan serta upaya optimalisasi delapan standar pendidikan kepada seluruh satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB.

"Ini dapat dibuktikan bahwa angka melanjutkan ke perguruan tinggi terus menujukkan peningkatan, di samping didorong adanya program beasiswa dan semakin merata antar satuan pendidikannya,” katanya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS