Home Kalimantan Banyak Mobil Mewah Luar Daerah Berkeliaran di Kalsel

Banyak Mobil Mewah Luar Daerah Berkeliaran di Kalsel

51

Banjarbaru, Gatra.com - Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat bahwa dari puluhan buah mobil mewah yang wara - wiri mengaspal jalan di wilayah Kalsel, hanya ada satu unit saja yang mobil mewah berplat nomor wilayah Kalsel (DA). Selebihnya, bernomor plat luar daerah.

Akibatnya, pajak kendaraan bermotor (PKB) yang seharusnya masuk ke kas daerah, namun justru nihil.

Plt Kepala Bidang Pendapatan Daerah Bakeuda Kalsel, Deddy Shandi mengungkapkan, mobil mewah satu - satunya berplat DA itu berjenis Lamborghini dengan tahun pembuatan terbilang anyar, 2018.

Shandi menyebut, nilai pajak yang disetorkan mobil mewah itu mencapai Rp128.627.300. 

"Pemprov Kalsel juga meraup untung saat mobil itu melakukan balik nama dari daerah asal luar Kalsel. Nilainya mencapai Rp1 miliar. Dari catatan kami, hanya mobil ini yang berplat DA, dan menjadi pemasukan kas daerah dari PKB nya," ujarnya, kepada Gatra.com di Banjarbaru, Senin (17/1) .

Shandi menyayangkan para pemilik kendaraan mewah lainnya tak melakukan balik nama dengan berplat nomor Kalsel. Padahal, mobil-mobil mewah ini beroperasi di Kalsel. 

“Kan sayang kalau pajaknya masuk ke provinsi lain. Kita tak dapat apa-apa,” imbuhnya.

Dia menyebut, di Kalsel ada sekitar 20 unit mobil mewah dengan plat nomor luar dengan potensi PKB nya sangat besar jika masuk kas daerah. 

"Belum lagi jika balik nama yang potensi pemasukannya bertambah besar. Tentu kami sangat menyayangkan ini," gumamnya.

Shandi mengungkapkan, ternyata bukan hanya mobil mewah, tapi motor gede (moge) masih banyak yang berplat luar Kalsel. Padahal moge juga mengaspal di Kalsel.

"Ini berhubungan dengan kesadaran dan keikhlasan. Kalau mau dukung membangun daerah, harusnya pajaknya bayar di sini,” ucapnya.

Shandi menyesalkan, kenapa mobil mewah dan moge masih ogah berplat lokal, dan ternyata sebagian ada yang beranggapan plat luar Kalsel memiliki prestise dan bila dijual harganya masih lebih tinggi. Alasan ini banyak yang enggan melakukan balik nama.

Ada juga yang menganggap ketika dijual harganya akan anjlok. Padahal nilai jual sesuai kondisi kendaraan dan tahun pembuatan,” katanya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS