Home Internasional Dunia Berlomba Berikan Bantuan ke Tonga

Dunia Berlomba Berikan Bantuan ke Tonga

Nuku alofa, Gatra.com – Pasca letusan gunung berapi dan tsunami yang melanda Tonga, banyak kapal dan pesawat yang membawa bantuan akan tiba di negara kepulauan Pasifik itu. Masyarakat dunia menanggapi seruan bantuan secara mendesak dari negara tersebut.

Salah satunya adalah kapal penopang maritim Selandia Baru HMNZS Aotearoa, yang diharapkan tiba di Tonga pada hari Jumat (21/1). Kapal itu membawa 250.000 liter air dan mampu menghasilkan 70.000 liter per hari melalui pabrik desalinasi, sebagaimana dilansir dari kantor berita Reuters pada Jumat, (21/1).

Sedangkan melalui jalur udara, penerbangan pertama dari Australia dan Selandia Baru sudah mendarat di Tonga pada hari Kamis, 20 Januari 2022. Mereka membawa pasokan air yang sangat dibutuhkan untuk sanitasi dan kebersihan.

Meski, Komisi Tinggi Australia di Tonga mengatakan di Facebook bahwa penerbangan bantuan kedua dari Australia harus kembali pada Kamis, (20/1) karena masalah dalam penerbangan. Diharapkan tiba pada hari ini, Jumat, (21/1).

"Banyak bantuan dengan HMAS Adelaide [kapal Australia] dalam perjalanan dari Brisbane dan akan tiba di Tonga minggu depan," katanya.

Adapun dari Jepang, dua pesawat C-130H telah membawa pasokan bantuan termasuk air, juga sudah meninggalkan Pangkalan Udara Komaki di Prefektur Aichi menuju Tonga pada Kamis, (20/1). Diperkirakan akan tiba pada hari Jumat, (21/1).

Gunung Berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai telah meletus pada hari Sabtu, (15/1). Kejadian ini memicu tsunami yang menghancurkan desa-desa, resor dan banyak bangunan, serta memutus komunikasi bagi negara yang berpenduduk sekitar 105.000 orang itu.

Sedikitnya 3 orang secara resmi dilaporkan tewas dari bencana alam tersebut, meskipun jumlah sebenarnya dari korban tidak dapat segera diketahui. Karena komunikasi yang terbatas dan kesulitan dalam mengakses beberapa daerah yang terkena dampak.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengatakan dalam sebuah pengarahan, bahwa Tonga telah meminta bantuan mendesak dan badan tersebut berhubungan dekat dengan pihak berwenang. 

"Tim penilai sudah menjangkau sebagian besar negara, termasuk pulau-pulau terpencil dan terisolasi," katanya.

"Kami sangat prihatin mengenai akses ke air bersih untuk 50.000 orang di seluruh negeri. Pengujian kualitas air terus berlanjut, dan kebanyakan orang mengandalkan air kemasan," tambah Stephane.

30