Home Kalimantan Ribuan Pekerja Tambang Sambut Gembira Perdamaian PT AGM dan PT TCT

Ribuan Pekerja Tambang Sambut Gembira Perdamaian PT AGM dan PT TCT

3022

Banjarmasin, Gatra.com - Ribuan pekerja tambang batubara, buruh pelabuhan dan sopir yang bekerja di PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan PT Tapin Coal Terminal (TCT) menyambut gembira dan suka cita atas perdamaian yang dilakukan kedua perusahaan tersebut.

Kegembiraan itu disampaikan Aliansyah, sebagai perwakilan ribuan pekerja kedua perusahaan yang juga koordinator aksi demo di DPRD Kalsel yang menuntut agar sengketa kedua perusahaan bisa segera berakhir.

"Mewakili para pekerja, kami menyambut positif dan mengapresiasi adanya kesepakatan antara PT AGM yang kembali memasok 500 ribu metrik ton batubara untuk PLTU PT PLN dengan menggunakan jalur logistik PT TCT," ujarnya kepada Gatra.com di Banjarmasin, Sabtu (22/1).

Ucapan terima kasih disampaikan Aliansyah kepada PT AGM dan PT TCT yang sama - sama legowo membuat kesepakatan untuk kembali beroperasi sehingga ribuan buruh bisa bekerja kembali.

Aliansyah yang juga Ketua Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Perlemen itu mengatakan, perselisihan antara PT TCT dengan PT AGM yang berdampak pada stekholder atau masyarakat lainnya itu, harus dijadikan pelajaran yang berharga sehingga kedepan apabila terjadi permasalahan harus diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat dan bagi para pemangku kebijakan untuk membuat regulasi yang permanen sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Aliansyah mengungkapkan, sejak PT AGM dengan PT TCT di Kabupaten Tapin berselisih yang berbuntut di tutupnya jalan angkutan khusus batubara (Haulling ) Km 101 Suato Tatakan Kabupaten Tapin oleh kepolisian setempat, berdampak pada berhentinya aktivitas para sopir angkutan batubara pekerja tongkang, pelabuhan dan mitra kedua perusahaan.

Diketahui, petinggi PT AGM dan PT TCL telah melakukan penandatanganan MoU untuk memenuhi penugasan kebutuhan emas hitam untuk kepentingan dalam negeri (DMO) pada Januari sebanyak 500 ribu metrik ton batu bara.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur PT AGM Deden Ramdhan dan Direktur PT TCT Markus A Wibisono di Jakarta, Kamis (20/1) kemarin.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS