Home Info Sawit Dua Hari 'Digenjot' Menuju RSPO

Dua Hari 'Digenjot' Menuju RSPO

Labuhanbatu, Gatra.com - Solidaritas Petani Amanah Sidorukun Inisiatif (SPASI) Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) menggelar Training of Trainer (TOT) di Rantauparapat, ibukota Labuhanbatu.

Kegiatan yang menggandeng Kompasia Enviro Institute (KEI) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani kelapa sawit dalam rangka sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Ada tujuh ketua kelompok tani dari 6 desa --- Tebing Linggahara, Tanjung Siram, Sidorukun, Perbaungan, Pematang Seleng dan Desa Gunung Selamat --- dan satu kelurahan --- Sidorejo --- yang dicekoki ilmu Good Agriculture Practices (GAP) oleh tim dari Kompasia seperti; Henry Marpaung, Bagus Kurnia, Johan, Doddy dan Sandy. 

"Mereka enggak hanya dibekali teori, tapi juga praktek di kebun kelapa sawit yang ada di Desa Pematang Seleng," cerita Pengawas Spasi Labuhanbatu, Ilham Maulana di Rantauprapat, Minggu (23/1).

"Kegiatan yang kami gelar pada 21 dan 22 Januari ini juga menuju Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), sertifikasi RSPO proses awal yang mudah-mudahan membikin petani lebih serius pada kebunnya," ujar Ilham.

Seorang peserta TOT, Azrul Hasibuan mengucapkan terima kasih kepada semua nara sumber yang telah memberikan ilmu kepada mereka. "Banyak pemahaman dan pengetahuan baru soal bertani dan berkebun yang saya dapatkan," katanya. 

"Selama ini kami sudah salah kaprah. Dengan adanya pelatihan ini, kami akan lebih sayang lagi pada kebun kami," tambahnya. 

Meski terasa lelah menjalani dua hari pelatihan, Wardiman, peserta TOT yang lain, tetap sumringah. "Baru kali ini saya pelatihan seperti ini, menarik dan lebih semangat kita," ujarnya.