Home Politik Juara Satu di Perades Blora, Malah jadi Penonton saat Pelantikan

Juara Satu di Perades Blora, Malah jadi Penonton saat Pelantikan

Blora, Gatra.com- Pelantikan Perangkat Desa (Perades) menyisakan kesedihan mendalam bagi Amihulkhasanah. Meski memiliki nilai tertinggi, namun ia gagal dilantik sebagai Kepala Dusun (Kadus) Temuwoh Desa Talokwahmojo Kecamatan Ngawen. Alhasil, ia hanya menjadi penonton saat proses pelantikan yang digelar serentak di Pendopo Kecamatan Ngawen, Sabtu (29/1).

Amihulkhasanah yang kerap disebut Ami merasa ada yang janggal dalam sistem pemilihan. Oleh karena itu, ia akan melaporkan sejumlah pihak yang diduga menggagalkan pelantikan dirinya kepada aparat kepolisian.

"Saya harusnya hari ini dilantik. Saya peringkat satu dengan nilai 70. Tapi kok yang dilantik justru nomor 3 yang nilainya 66,4," kata Ami kepada wartawan di Pendopo Kecamatan Ngawen, Sabtu (29/1).

Ami mengungkapkan adanya sejumlah kecurangan yang membuat dirinya batal dilantik. Mulai adanya penambahan pembobotan tambahan bagi calon lain hingga tidak adanya pemberitahuan resmi dari Kepala Desa (Kades) soal pembatalan pelantikan dirinya.

"Saya tidak ada pemberitahuan resmi, saya cuma dikasih tahu Pak Kades itupun di rumah tetangga. Katanya saya tidak jadi dilantik karena ada calon lain yang menambahkan SK pengabdian operator. Itu setelah CAT. Harusnya kan sudah tidak bisa," jelasnya.

Ami juga mengakui adanya upaya suap dari Camat Ngawen agar dirinya bisa menerima pembatalan pelantikan. "Saya dipanggil pak Camat di Kecamatan. [Seakan] sesuai prosedur kalah. Saya diberi semacam uang untuk transport karena saya sudah wira wiri. Tapi saya tidak mau," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Ngawen, Supriyono mempersilahkan yang bersangkutan untuk melakukan komplain ke tim pembina. Dirinya sebagai tim pengawas juga siap bertanggung jawab.

"Jadi kalau mau komplain dipersilahkan, karena sesuai prosedur sudah kalah. Monggo [melapor] ke tim pembina. Saya siap bertanggung jawab sebagai tim pengawas," katanya.

1120