Home Pendidikan Menparekraf Harap UMT Boarding School Bisa Berinovasi

Menparekraf Harap UMT Boarding School Bisa Berinovasi

Sukabumi, Gatra.com - Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Boarding School melakukan Ground Breaking, di Wisma Galuh Kampung Bojong Larang RT/RW 6/4, Desa Pondokkaso landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, (26/1).

Acara pendirian pondok pesantren dan Pusat Pelatihan serta pengembangan Sumber daya manusia yang Islami ini dihadiri para tokoh Nasional yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Muti, Bupati Sukabumi diwakili Camat Parung Kuda Deden Sumpena, dan Direktur Utama Bank BK Bukopin Syariah Hari Hurianto.

Rektor UMT, Ahmad Amarullah dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam acara Ground Breaking UMT Boarding School di Sukabumi ini.

Menurut Amarullah, UMT Boarding School (UBS) didirikan untuk menghasilkan generasi yang kuat sebagai jawaban atas sinyalemen Allah SWT dalam QS. Annisa ayat 9. Bentuk pendidikan yang dipilih adalah jalur non formal paket A, B dan C. 

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Bang Uwoh ini mengatakan para santrinya akan dibekali oleh kurikulum yang diintegrasikan ke 16 subsektor industri kreatif yang digagas oleh Menparekraf Sandiaga Uno.

"Sehingga nanti mereka akan menjadi generasi yg unggul, mandiri dan berakhlakul karimah yang siap membangun dirinya dan bangsanya," ucap Bang Uwoh dalam keterangannya kepada Gatra.com, Selasa (1/2/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, menyampaikan pendirian UMT Boarding School sebagai bentuk inovasi untuk berkontribusi nyata UMT dalam keberlangsungan masa depan generasi muda bangsa. 

"Oleh karena itu kami mengapresiasi sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya kepada Rektor UMT atas dilaunchingnya UMT Boarding School ini," ujar Sandi Uno melalui saluran virtual.

Pembangunan UMT Boarding School dan Pengembangan Insani yang berada di kawasan Eco Park UMT dengan luas tanah 3,8 hektar ini, menurut Sandi Uno katakan, diharapkan menghasilkan lulusan yang diantaranya memiliki kompetensi kuliner dan fashion sebagai bagian dari subsektor industri kreatif lainnya.

"Sisi pembelajaran alam terbuka sekarang menjadi daya tarik, akhirnya dalam upaya pembangunan kami ingin mengajak kolaborasi Universitas Muhammadiyah Tangerang," terangnya.

274