Home Ekonomi Cuaca Ekstrem Sebabkan Produksi Padi Cilacap 2021 Turun 62.349 Ton

Cuaca Ekstrem Sebabkan Produksi Padi Cilacap 2021 Turun 62.349 Ton

Cilacap, Gatra.com – Produksi padi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 2021 mengalami penurunan sebanyak 62.349 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto mengatakan, produksi padi pada 2020 sebanyak 894.791 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen 133.982 hektare. Adapun pada 2021 produksi turun menjadi 832.442 ton GKG dengan luas panen turun menjadi 128.235 hektare.

Baca Juga: Perdana! Resi Gudang Dimanfaatkan di Kota Lumbung Padi

Terkait produksi yang tinggi pada 2020, Sigit menjelaskan pada 2019 terjadi kemarau yang panjang dan masa tanam pertama (MT 1) yang mundur. Akibatnya panen MT 1 terjadi pada awal 2020 (carry over) baik tanaman padi maupun jagung, sehingga menambah luas panen dan produksi pada 2020.

Selain itu pada tahun tersebut ada iklim La Nina. Kondisi kemarau basah dengan curah hujan yang merata. Ini berefek terjadinya peningkatan luas tanam, luas panen, produktivitas, baik tanaman padi maupun tanaman pangan lainnya.

“Kondisi iklim yang normal dan serangan OPT yang rendah menjadikan produktivitas meningkat,” ujar Sigit, Jumat malam (4/2).

Baca Juga: Dua Tahun Gagal, Sumbar Pasang Target Padi 1,5 Juta Ton

Sedangkan pada 2021 kondisi pertanaman di Kabupaten Cilacap diliputi curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah dan terjadi banjir sehingga waktu tanam mundur dan juga menurunkan produktivitas. Kondisi alam yang estrem dengan hujan lebat disertai angin menjadikan tanaman padi banyak yang roboh sehingga menurunkan produksi atau produktivitas.

“Musim kemarau yang maju dan panjang menurunkan luas tanam, panen dan produktivitas baik tanamn padi maupun tanaman pangan lainnya,” ucapnya.

Namun begitu, dia memastikan produksi padi di Kabupaten Cilacap masih cukup untuk kebutuhan konsumsi penduduk di Kabupaten Cilacap, bahkan surplus. Pada 2020 di Kabupaten Cilacap terdapat surplus sebesar 354.336 ton. Sedangkan pada 2021 terdapat surplus 272.337 ton.

1172