Home Regional Dua Balita Meninggal Dunia Setelah Terjangkit DBD

Dua Balita Meninggal Dunia Setelah Terjangkit DBD

Karanganyar, Gatra.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) merenggut dua nyawa balita asal Kabupaten Karanganyar di awal 2022. Ancaman penyakit ini patut diwaspadai selain corona.

Dua balita tersebut tercatat dari Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu. Keduanya tidak dapat bertahan meski sudah dirawat secara medis. Gigitan nyamuk aedes aegypty juga mengakibatkan sejumlah warga di beberapa dusun di desa ini dilarikan ke RS.

"Dua balita itu dari Dusun Ngemplak dan Dusun Pakis meninggal dunia. Di Dusun Pendem Wetan juga ada beberapa terkena," kata Warga Dusun Pendem Wetan, Desa Suruh, Suwondo kepada wartawan, Senin (14/2).

Bersama petugas puskesmas, warga melakukan pengasapan atau fogging untuk mengusir nyamuk.

Kepala Puskesmas Kebakkramat II Patria Bayu mengatakan Desa Suruh berstatus endemis DBD lantaran temuan kasusnya cukup tinggi. Tujuh orang warga kini masih dirawat di rumah sakit, sementara sebelumnya dua anak balita meninggal dunia karena DBD. Kasus DBD meningkat seiring datangnya musim penghujan.

“Dua hari ini (Sabtu-Minggu) kami lakukan fogging di Desa Suruh. Suruh termasuk endemis DBD karena kasusnya tinggi," kata dia.

Dia mengimbau saat ini masyarakat tetap mewaspadai penyakit DBD, selain virus corona. Paling efektif untuk mencegah DBD adalah dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan jentiknya. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik. Sementara pemberantasan jentik nyamuk tetap dilakukan melalui gerakan PSN.

Dinas Kesehatan mencatat 118 pasien dirawat karena terjangkit DBD pada 2022 hingga pekan kedua bulan Februari. Jumlah ini termasuk tinggi.

1083