Home Hiburan Resensi Film Uncharted: Aksi Petualangan Seru dalam Balutan Kisah Klise

Resensi Film Uncharted: Aksi Petualangan Seru dalam Balutan Kisah Klise

387

Jakarta, Gatra.com – Bagi jutaan gamers PlayStation, Nathan Drake dan Victor “Sully” Sullivan telah menjadi karakter favorit yang hidup melalui konsol dalam seri gim Uncharted buatan Naughty Dog. Duo petualang yang berjuang bersama memburu harta karun di seluruh dunia. Keenam serinya telah terjual lebih dari 44 juta copy secara global. Setiap bagian gim ini dirancang menjadi semacam film, lengkap dengan visual memikat dan alur cerita tersendiri. Tak heran, gim Uncharted lantas dipilih oleh Sony sebagai produksi film panjang berbasis gim PlayStation pertama.

Karena ini adalah adaptasi menjadi cerita film, maka ditambahkan kisah singkat mengenai latar belakang Nathan “Nate” Drake (Tom Holland). Dia dan kakaknya Sam merupakan yatim piatu penggemar sejarah. Sejak masih remaja, keduanya sudah mengembangkan niat berpetualang mereka. Sayang, Sam harus pergi meninggalkan Nate, karena suatu masalah hukum.

Salah satu adegan dalam film petualangan Uncharted. (Dok. Sony Pictures Entertainment/fly)

Satu dekade berlalu, Nate hanya menerima rangkaian kartu pos dari Sam. Hingga sekali waktu, datang Victor “Sully” Sullivan (Mark Wahlberg) yang mengaku sebagai teman Sam, dan mengajak Nate menyertainya berburu harta karun. Yakin bahwa Sully bisa mempertemukan dia dengan Sam, Nate pun bersedia ikut dalam misi itu.

Buku-buku sejarah umumnya menyebut nama Ferdinand Magellan sebagai penjelajah dunia pertama. Disponsori oleh pihak Spanyol, pria Protugis itu berangkat pada 1519 mencari rempah menuju Hindia Barat (sekarang Indonesia). Faktanya, di tengah jalan dia dibunuh oleh sekelompok suku dari Filipina. Namun, kru kapalnya melanjutkan perjalanan. Pada akhir pelayaran, sisa 18 orang tiba di Spanyol usai menuntaskan misi mengelilingi bumi tersebut.

Di film Uncharted, pihak Spanyol pendukung dana pelayaran itu adalah Keluarga Moncada. Harta karun yang diburu semua pihak merupakan setumpuk emas yang konon disembunyikan oleh 18 pelaut itu. Tumpukan harta yang mencapai nilai US$5 miliar.

Salah satu adegan dalam film petualangan Uncharted. (Dok. Sony Pictures Entertainment/fly)

Masalahnya, kunci untuk membuka ruang-ruang menuju penyimpanan harta ada dua. Satu telah dimiliki oleh Chloe Frazer (Sophia Ali). Sementara satunya lagi sedang akan dilelang di Kota Barcelona. Salah satu putra Moncada, Santiago (Antonio Banderas) bertekad mendapatkan kunci karena dia meyakini emas tersebut adalah hak waris keluarganya selaku sponsor pelayaran.

Dengan segala cara, Sully dan Nate berupaya mendapatkan kunci berbentuk salib tersebut. Salah satu pemimpin pasukan Moncada, Braddock (Tati Gabrielle) jelas mengerahkan segenap kemampuan untuk menghadang Sully-Nate.

Ketika kunci sudah di tangan pun, masih ada kendala berikutnya yaitu memecahkan petunjuk dari jurnal milik para pelaut. Ruangan demi ruangan disusuri. Namun di ujung setiap ruang itu, malah ada petunjuk baru yaitu peta dunia yang harus ditelaah baik-baik jika hendak menemukan lokasi akhir tumpukan emas itu.

Salah satu adegan dalam film petualangan Uncharted. (Dok. Sony Pictures Entertainment/fly)

Kejar-kejaran dan baku tembak pun tak terhindarkan. Adu tangkas ide maupun adu cepat helikopter juga tak terelakkan. Ditambah lagi sejumlah pengkhianatan oleh mereka yang telah silau dengan harta dunia.

“Aku sudah memimpikan perburuan harta karun, petualangan keliling dunia, sejak masih bocah. Jenis film itu memberi aku gairah atas sejarah dan artefak. Aku malah sempat berencana kuliah di jurusan arkeologi. Begitu aku membaca naskah ini, jelas bahwa ini menangkap kualitas ajaib dari petualangan. Aku tidak bisa percaya betapa beruntungnya aku bisa diajak bergabung dalam satu karya spesial seperti ini,” beber sutradara Uncharted, Ruben Fleischer.

Salah satu adegan dalam film petualangan Uncharted. (Dok. Sony Pictures Entertainment/fly)

Salah satu definisi spesial ini bisa mengacu pada fakta bahwa kini Hollywood telah jarang membuat film bertema petualangan. Pada era 1980an, petualangan profesor arkeologi Henry Walton "Indiana" Jones, Jr. telah menjadi favorit banyak cinephile. Sutradara Steven Spielberg dan James Mangold memotret penjelajahan berlatar arkelogi dan agen inteligen OSS.

Dua dekade kemudian, para moviegoers memuji petualangan Captain Jack Sparrow melintasi Lautan Karibia. Kelima seri yang digarap produser Jerry Bruckheimer tersebut mengusung cerita seru dan laga apik.

Salah satu adegan dalam film petualangan Uncharted. (Dok. Sony Pictures Entertainment/fly)

Sayangnya, Uncharted kini tak mampu menyamai kesuksesan serial petualangan di atas. Cerita pembukanya tentang latar Nate sudah cukup kuat. Tapi setelah itu, semuanya menjadi sangat datar.

Studio Sony Pictures Entertainment mendefinisikan karakter Nate sebagai seorang street-smart. Tapi visualisasi street-smart tersebut sedangkal kemampuan Nate untuk mencuri perhiasan tamu yang sedang minum di bar tempatnya bekerja. Karakter pria Eropa jahat – yang mewujud pada Santiago – menjadi semacam tempelan saja. Ditambah motivasi dangkal kenapa dia ingin memiliki harta karun itu.

Setengah bagian awal film adalah aksi yang menjadi semacam peniruan atas pencurian elegan yang dilakukan kru Daniel Ocean dalam trilogi Ocean’s. Setengah bagian akhir hanyalah duplikasi taktik cerdik Kapten Jack di tengah bentang laut biru.

Salah satu adegan dalam film petualangan Uncharted. (Dok. Sony Pictures Entertainment/fly)

Mengacu pada karya penyutradaraan Fleischer sebelumnya, Venom (2018) dan Zombieland: Double Tap (2019), entah kenapa dia ‘sukses’ membuat film dengan premis menarik hadir dalam karya film datar.

Bagi penggemar genre adventure, beberapa adegan memang cukup seru. Salah satunya tentu saja – seperti yang terlihat di trailer – momen ketika Nate terjaring tali kargo yang bergantungan dari pesawat. Beberapa fakta sejarah juga ditampilkan cukup menarik. Mengacu pada akhir film, Sony nampaknya berencana membuat sekuel Uncharted di masa mendatang.

Aslinya, film ini direncanakan rilis pada 10 Juni 2016. Lalu mundur ke 2017, mundur lagi ke Desember 2020, dan sempat undur pula ke 16 Juli 2021. Kini, film ini sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia. Tayang lebih dulu dibanding jadwal di Amerika Serikat yang dimulai pada 18 Februari mendatang.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS