Home Info Sawit Cerita Nama-nama Cantik di Kebun Sawit

Cerita Nama-nama Cantik di Kebun Sawit

Jakarta, Gatra.com - Sudah dua tahun belakangan Amanda berurusan dengan mandor perawatan kebun. Bahkan biar pekerjaan mandor kian moncer, dia bertransformasi menjadi Amanda 2.0.

Setahun setelah Amanda nongol, Almira pun datang. Dia khusus mengurusi perawatan pabrik.

Tahun ini, Tiara dan Siska hadir menambah daftar panjang nama cantik. Tiara bertugas memprediksi produktifitas Tandan Buah Segar (TBS), sementara Siska berhubungan dan mengurusi petani mitra.

Tapi tunggu dulu, Amanda, Alimra, Tiara dan Siska, bukanlah para perempuan cantik yang sengaja direkrut PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk untuk menjadi karyawan dengan ragam urusan tadi.

Empat nama ini hanya deretan aplikasi berbasis internet yang dari tiga tahun lalu sudah dirancang untuk menggenjot dan mengoptimalkan produksi dan transaksi kelapa sawit pada perusahaan yang punya kebun kelapa sawit di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi itu.

"Program digitalisasi ini sudah kita rancang sejak 2018 dan setahun kemudian hadirlah Aplikasi Mandor Rawat (Amanda). Amanda sangat membantu pekerjaan para mandor perawatan," cerita Chief Executive Officer (CEO) AAL, Santosa, dalam gelaran Talk to The CEO secara online, Selasa pekan lalu.

Belakangan kata lelaki 55 tahun ini, Amanda bertransformasi menjadi Amanda Rawat 2.0. Aplikasi ini pun semakin canggih. Bisa membantu mandor rawat membikin laporan produksi, mengontrol, memonitor dan mengevaluasi pekerjaan perawatan secara efektif, efisien dan akurat.

Berikutnya Aplikasi Maintenance Astra Agro (Almira). Sesuai namanya, dia dirancang untuk menjamin perawatan unit-unit di pabrik biar tetap dalam kondisi prima.

Sistem Informasi Kemitraan (Siska). Aplikasi ini sengaja dirancang untuk memperlancar proses pengiriman dan transkasi TBS kelapa sawit mitra ke perusahaan.

Jadi, petani mitra enggak perlu repot sana-sini, dengan begitu waktu mereka yang tadinya mengurusi TBS, bisa dipakai untuk hal produktif lain.

Mekanisme transaksi penjualan TBS ini sengaja dikelola lantaran perusahaan juga mengelola TBS dari kebun inti. Pengaturan jadwal yang rapi dan sistematis akan membantu kelancaran pengiriman TBS ke pabrik pengolahan kelapa sawit milik perusahaan.

"Kita sengaja merancang aplikasi ini agar pelayanan perusahaan terhadap petani mitra semakin baik. Sesuai semangat ‘Sejahtera Bersama Bangsa’ yang melekat pada visi misi perusahaan, kami berharap masyarakat ikut mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari kemitraannya dengan Astra Agro," ujar Santosa.

Alhamdulillah kata Santosa, dari tahun ke tahun kemitraan perusahaan dengan petani terus tumbuh signifikan. Kalau tahun 2020 kemitraan ini baru menghasilkan TBS sekitar 2,61 juta ton, tahun lalu naik 25,6% menjadi sekitar 3,27 juta ton.

Terakhir adalah TBS Prediksi Astra (Tiara). Aplikasi ini sengaja dirancang untuk memprediksi produksi TBS di masa datang melalui pola machine learning. Hadirnya Tiara ini diharapkan bisa membikin proses plan produksi yang semula memakan waktu panjang, menjadi lebih cepat dan akurat.


Abdul Aziz