Home Kalimantan BP2MI: Terbuka Luas Tawaran Pekerjaan di Luar Negeri

BP2MI: Terbuka Luas Tawaran Pekerjaan di Luar Negeri

38

Banjarmasin, Gatra.com - Kabar baik datang dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kabar itu berupa  peluang mendapatkan pekerjaan di luar negeri yang masih sangat terbuka luas dengan beragam sektor pekerjaan.

Plt. Sekretaris Utama BP2MI, Irjen Pol. Achmad Kartiko mengungkapkan, sektor manufaktur, kesehatan, pertanian, perikanan dan sektor-sektor formal-profesional lainnya masih sangat dibutuhkan negara - negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan sejumlah negara Eropa.

Achmad menyampaikan informasi tersebut kepada puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), saat menyampaikan kuliah umum tentang peluang kerja di luar negeri dan pencegahan penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri, bertempat di kampus UMB, Jalan Gubernur Sarkawi, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Selasa (22/02).

"Kita berikan informasi peluang kerja luar negeri serta memberikan edukasi tentang prosedur dan mekanisme bekerja ke luar negeri secara legal dan prosedural," ujar Achmad kepada Gatra.com usai penyampaian kuliah umum.

Dia menjelaskan, mahasiswa juga diberikan wawasan untuk mengantisipasi maraknya praktek penempatan ilegal PMI ke luar negeri yang dilakukan calo atau sindikat.

Achmad menyebut, sebagai salah satu kampus yang menyelenggarakan program vokasi, alumni UMB dinilai bisa bersaing untuk bekerja di luar negeri.
“Di UMB ini kan ada juga program vokasi, mereka bisa bersaing bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Disampaikannya, selain kompeten di bidang kerja masing-masing, penguasaan bahasa asing dan persiapan mental, menjadi kunci keberhasilan PMI bekerja di luar negeri.

“Kalau untuk perawat saat ini kita sedang mendidik sebanyak 200 orang untuk bekerja di Jerman, September nanti diharapkan sudah berangkat. Tahun depan kita proyeksikan lagi sekitar 300 orang untuk bekerja disana,” ungkapnya.

Selain bahasa, lanjut Achmad, mental yang kuat juga harus dipersiapkan, karena akan terpisah jauh dari keluarga dan harus siap menghadapi budaya yang berbeda.

Terkait perlindungan selama bekerja di luar negeri, tambah Achmad, negara pasti hadir dalam melindungi PMI sepanjang melalui sistem yang ditentukan BP2PMI.

"Negara pasti melindungi mulai berangkat, bekerja sampai pulang kembali ke tanah air," ujar Achmad yang juga Deputi penempatan dan pelindungan kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2PMI.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UMB Banjarmasin, Alfian Mauricelfle menjelaskan, UMB sangat mengapresiasi kuliah umum yang diberikan BP2PMI.

“Ini menjadi informasi penting bagi alumni kami yang tertarik bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Melalui kurikulum yang ada, lanjut Alfian, UMB menyiapkan para mahasiswa, agar bisa mengambil peluang bekerja di luar negeri.

Sejauh ini sudah ada beberapa alumni D3 dan S1 Keperawatan UMB yang bekerja di luar negeri, khususnya dalam bidang kesehatan.

“Banyak alumni kami yang sudah bekerja di luar negeri, setiap tahun ada saja yang berangkat,” tambahnya.

Secara teknis, lanjut Alfian, pihaknya akan meningkatkan lagi kualitas pembelajaran, agar mahasiswa UMB bisa lebih kompeten dan siap bersaing secara global.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS