Home Hiburan Mola Art Gallery Gelar Pameran Sunshine of Life

Mola Art Gallery Gelar Pameran Sunshine of Life

140

Cimahi, Gatra.com- Dalam rangka memperkenalkan galeri barunya ke khalayak luas, Mola Art Gallery menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk Sunshine of Life. Pameran ini menampilkan karya-karya perupa perempuan dari Bandung, Cimahi, Sukabumi, Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Magelang dan juga Papua.

Karya-karya yang ditampilkan berasal dari para seniman perempuan, yakni Astuti Kusumo, Desy Gitary, Dyan Anggraeni, Emmy Go, Erica Hestu Wahyuni, Innanike Agusta, Lini Natalini Widhiasi, Maria Tiwi, Mola, Nia Gautama, Prajna Dewantara Wirata, Setia Utami, Ulfah Yulaifah, Ulil Gama, Woro Indah Lestari, Yasumi Ishii.

Pameran ini pun digawangi oleh dua orang perempuan sebagai kurator dan juga penulis esai yaitu Alia Swastika dan Heti Palestina Yunani.

Mola Art Gallery menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk Sunshine of Life. (GATRA/Dok Mola Art)

Direktur Mola Art Gallery, Ibnu Farhan mengatakan bahwa peresmian Mola Art Gallery ini diawali dengan pameran karya-karya para seniman perempuan. "Selain karena Teh Mola sebagai inisiator juga seniman perempuan, pameran ini dalam rangka peringatan hari perempuan se-dunia yang diperingati setiap Bulan Maret," katanya kepada Gatra.com, Selasa (22/2).

Adapun Pameran Sunshine of Life ini akan berlangsung mulai tanggal 11 Februari – 11 Maret 2022. Terbuka untuk umum, buka seƟap hari Selasa – Minggu pukul 14.00 – 20.00 WIB (Senin Tutup).

"Selain pameran juga akan diselenggarakan rangkaian program lain, seperti diskusi seni wicara seniman, lokakarya dan lain-lain," papar Ibnu.

Dalam catatan kurasinya, Alia Swastika menekankan bahwa melalui peristiwa pameran semacam ini, para seniman membangun dialog tentang dunia yang dibayangkan aman untuk perempuan. "Di tengah berbagai perjuangan persamaan hak dan kesetaraan yang jalannya masih tampak sangat panjang," katanya.

Misalkan bagaimana para perempuan berjuang untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang anti Kekerasan Seksual, Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga atau perjuangan menentang disahkannya Omnibus Law.

"Semua itu mendorong perempuan untuk makin kuat berjejaring dan berjuang bersama untuk kehidupan yang lebih baik. Dari pameran ini, pertemuan antar perempuan bisa menjadi ruang untuk saling menguatkan satu sama lain," jelas Alia.

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS