Home Internasional PM Pakistan Khan Ingin Debat TV dengan Modi dari India

PM Pakistan Khan Ingin Debat TV dengan Modi dari India

Moskow, Gatra.com - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengatakan pada hari Selasa bahwa dia ingin menantang debat di televisi dengan mitranya dari India, Narendra Modi, dalam menyelesaikan perbedaan sejumlah masalah antara kedua tetangga tersebut.

Negara bertetangga ini sering bersitegang sejak kemerdekaan 75 tahun lalu, bahwa pernah berperang tiga kali. Hubungan kembali tegang baru-baru ini atas wilayah mayoritas Muslim utara Kashmir, yang keduanya mengklaim secara penuh wilayah tersebut.

“Saya akan senang berdebat dengan Narendra Modi di TV,” kata Khan kepada Russia Today, dalam sebuah wawancara, dikutip Reuters, Selasa (22/2).

Ia menambahkan bahwa akan bermanfaat bagi miliaran orang di anak benua, itu jika perbedaan dapat diselesaikan melalui debat.

Kementerian Luar Negeri India tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

“India menjadi negara yang bermusuhan sehingga perdagangan dengan mereka menjadi minimal,” kata Khan. Ia menekankan kebijakan pemerintahnya adalah untuk memiliki hubungan perdagangan dengan semua negara.

Pernyataan Khan mengikuti komentar serupa baru-baru ini oleh pejabat tinggi komersial Pakistan, Razzak Dawood, yang, menurut media, mengatakan kepada wartawan bahwa dia mendukung hubungan perdagangan dengan India, yang akan menguntungkan kedua belah pihak.

Khan mengatakan opsi perdagangan regional Pakistan sudah terbatas, dengan Iran, tetangga barat dayanya, di bawah sanksi AS dan Afghanistan, yang terlibat dalam perang puluhan tahun.

Pakistan berbagi hubungan ekonomi yang kuat dengan tetangga utaranya, China, dengan berkomitmen bisnis miliaran dolar untuk infrastruktur dan proyek lainnya.

Wawancara Khan dilakukan pada malam kunjungan ketika ke Moskow, di mana ia akan bertemu Presiden Vladimir Putin - kunjungan pertama oleh seorang pemimpin Pakistan ke Rusia dalam dua dekade.

Kunjungan dua hari untuk membicarakan kerja sama ekonomi, direncanakan sebelum krisis Ukraina saat ini.

"Ini bukan urusan kami, kami memiliki hubungan bilateral dengan Rusia dan kami benar-benar ingin memperkuatnya," kata Khan tentang krisis Ukraina.

140