Home Internasional Taktik Rusia Bikin Bingung Pakar Perang

Taktik Rusia Bikin Bingung Pakar Perang

Washington, Gatra.com - Taktik militer Rusia sejauh ini membingungkan para para pengamat asing. Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, intelijen AS memperkirakan Rusia akan melakukan serangan besar-besaran dengan memobilisasi kekuatan udara. Tetapi yang terjadi selama enam hari pertama aksi di Ukraina, jauh dari prediksi awal. Moskow memilih bertindak hati-hati dengan kekuatan udaranya.

Saking bingungnya sampai para pejabat AS tidak dapat menjelaskan dengan tepat apa yang mendorong perilaku menghindari risiko yang ditunjukkan Rusia. “Mereka belum tentu mau mengambil risiko tinggi dengan pesawat mereka sendiri dan pilot mereka sendiri,” kata seorang pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim seperti dikutip Reuters, (1/3).

Meskipun alat tempur jauh dibawah militer Rusia, angkatan udara Ukraina masih terbang dan pertahanan udaranya masih dianggap layak - sebuah fakta yang membingungkan para ahli militer.

Baca juga: Jet Tempur Supersonik Rusia Mulai Beroperasi di Ukraina

Setelah serangan pembuka perang pada 24 Februari, para analis memperkirakan militer Rusia akan segera mencoba menghancurkan angkatan udara dan pertahanan udara Ukraina. Langkah itu seperti sudah menjadi standar yang digunakan di hampir semua konflik dalam puluhan tahun belakangan.

Itu akan menjadi "langkah selanjutnya yang logis dan diantisipasi secara luas, seperti yang terlihat di hampir setiap konflik militer sejak 1938," tulis think-tank RUSI di London, dalam sebuah artikel berjudul "Kasus Misterius Angkatan Udara Rusia yang Hilang."

Sebaliknya, jet tempur angkatan udara Ukraina masih melakukan serangan udara. Pasukan Ukraina dengan roket permukaan-ke-udara mampu mengancam pesawat Rusia dan menimbulkan risiko bagi pilot Rusia yang mencoba mendukung pasukan darat.

"Ada banyak hal yang mereka lakukan yang membingungkan," kata Rob Lee, seorang spesialis militer Rusia di Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri. Dia pikir awal perang akan menjadi "penggunaan kekuatan secara maksimal."

"Karena setiap hari ada biaya dan risikonya naik. Dan mereka tidak melakukan itu dan sangat sulit untuk menjelaskannya karena alasan yang realistis."


 

6546