Home Nasional Efek Invasi Militer Rusia, BP2MI Evakuasi 30 PMI dari Ukraina

Efek Invasi Militer Rusia, BP2MI Evakuasi 30 PMI dari Ukraina

Jakarta, Gatra.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah mengevakuasi 30 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Ukraina. Evakuasi dilakukan sebagai akibat invasi militer Rusia terhadap Ukraina yang kian memanas.

"BP2MI diberikan mandat untuk melakukan pelindungan menyeluruh kepada Pekerja Migran, termasuk dalam kolaborasi penyelamatan anak bangsa dari pusaran konflik Rusia-Ukraina," ujar Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam Konferensi Pers Pemulangan PMI dari Ukraina, di Jakarta, Jumat (4/2).

Benny menyatakan, terdapat 80 Warga Negara Indonesia (WNI) serta tiga Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan keluarga WNI, berada dalam rombongan yang tiba dari Ukraina via Bucharest, Rumania di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (3/3) pukul 17.10 WIB. Para PMI dipulangkan ke Indonesia menggunakan pesawat charter Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7730.

“Para PMI terdiri dari 29 orang perempuan dan satu orang laki-laki yang mayoritas berasal dari Bali dan bekerja sebagai terapis di Ukraina,” terang Benny.

Benny menambahkan, saat ini masih terdapat 14 orang WNI yang tidak ikut pulang bersama rombongan ke tanah air. Alasannya, 12 orang terpapar Covid-19 serta dua orang anggota keluarga yang memilih tinggal di karantina. Enam orang di antaranya merupakan PMI yang saat ini menjalani karantina di Bucharest, Rumania, sebelum dipulangkan ke tanah air.

“14 WNI yang saat ini menjalani karantina akan dipantau dan didampingi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bucharest. Mereka akan dipulangkan menggunakan pesawat komersial, jika kondisi Kesehatan sudah membaik dan terkonfirmasi negatif Covid-19. Yakin dan percayalah, Negara senantiasa berupaya maksimal untuk melindungi warganya yang ada di luar negeri,” jelas Benny.

Diketahui, saat ini seluruh PMI dalam keadaan sehat dan tengah menjalani proses karantina di Wisma Pasar Rumput, Jakarta Selatan sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

99