Home Teknologi BSSN: Ada Lebih dari 1,6 Miliar Serangan Siber

BSSN: Ada Lebih dari 1,6 Miliar Serangan Siber

Depok, Gatra.com – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian, mengatakan, terdapat 1.637.973.022? (1,6 miliar lebih) anomali trafik atau serangan siber pada tahun 2021.

Hinsa dalam konferensi pers di kantor BSSN, Sawangan, Depok, Jawa Barat (Jabar), pada Senin (7/3), menyampaikan, itu merupakan hasil monitoring dan identifikasi potensi serangan siber setiap hari dan malam yang dilakukan pihaknya melalui National Security Operation Centre (NSOC). 

Anomali trafik atau serangan siber kategori anomali terbanyak, lanjut Hinsa, yaitu malware, trojan activity (aktivitas trojan), dan information gathering (pengumpulan informasi untuk mencari celah keamanan).

“Sementara tren kasus insiden siber di Indonesia, yakni web defacements, data breach, human operated ransomware, dan advance persistent threat,” katanya.

Adapun rincian angka sebaran sektor anomali trafik atau serangan siber tersebut, yakni akademik sebesar 38,03%, swasta 25,37%, pemerintah daerah 16,86%, pemerintah pusat 8,26%, hukum 4,18%, dan personal 2,66%.

Terkait hal itu, kata Hinsa, BSSN telah melakukan langkah-langkah teknis untuk memperkuat keamanan siber nasional, di antaranya pemasangan sensor honeynet & analisis malware, optimalisasi cakupan monitoring NSOC, pembentukan tim respons insiden keamanan siber (CSIRT), pelaksanaan Information Technology Security Assessment (ITSA), penguatan sistem elektronik melalui penerapan kriptografi, dan lain-lain.

BSSN juga mengimbau kepada seluruh penyelenggara sistem elektronik harus menyelenggarakan sistem elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya sistem elektronik sebagaimana amanat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Peraturan Pemerintah Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) Nomor 71 Tahun 2019.

244