Home Makro Kendalikan Inflasi, Pemerintah dan BI Sepakati Lima Langkah Ini

Kendalikan Inflasi, Pemerintah dan BI Sepakati Lima Langkah Ini

40

Jakarta, Gatra.com- Pemerintah dan Bank Indonesia menyepakati lima langkah strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) pada 9 Maret 2022.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebut langkah strategis ini ditujukan untuk secara konsisten menjaga inflasi 2022 dalam kisaran sasaran 3,0%±1%. "Serta terus menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/3).

Langkah-langkah strategis tersebut mencakup:

Memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional;

Memitigasi dampak upside risks  antara lain dampak normalisasi kebijakan likuiditas global dan peningkatan harga komoditas dunia terhadap inflasi dan daya beli masyarakat;

Menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3,0-5,0%. Upaya tersebut dilakukan dengan menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Implementasi strategi difokuskan antara lain melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi dan digitalisasi pertanian sisi hulu-hilir, pengembangan konektivitas, serta penguatan kerja sama antardaerah," ungkap Perry.

Memperkuat sinergi komunikasi kebijakan untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat;

Memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2022 dengan tema: “Digitalisasi UMKM Pangan untuk Akses dan Stabilisasi Harga".

Perry menyebut kalau HLM TPIP juga menyepakati untuk memastikan berjalannya implementasi kebijakan dan program kerja pada Peta Jalan Pengendalian Inflasi tahun 2022–2024.

"Sinergi kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia melalui implementasi berbagai inovasi program untuk menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi di masa pandemi mampu menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)," jelas Perry.

Pada 2021 inflasi IHK tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) dan berada di bawah kisaran sasaran 3,0%±1%. "Inflasi yang rendah tersebut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat sebagai dampak pandemi Covid-19," papar Perry.

Lalu nilai tukar yang stabil dan ekspektasi inflasi yang terjaga. Serta ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan. Juga sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas harga.

"Ke depan, Pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi agar inflasi IHK tetap terjaga sesuai kisaran sasarannya," tegas Perry.

Upaya tersebut diharapkan dapat semakin mendorong peningkatan daya beli masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah meningkatnya risiko global. "Inflasi yang rendah dan stabil juga akan memperkuat stabilitas dan mendukung pemulihan perekonomian untuk tumbuh lebih tinggi dan berkesinambungan menuju Indonesia Maju," jelas Perry.

Sebagai informasi, HLM TPIP dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian.

Juga Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Keuangan dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Serta Direktur Utama BULOG dan pejabat eselon I dan/atau setingkat perwakilan Kementerian/Lembaga anggota TPIP lainnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS