Home Info Sawit Mengejar 'Yang Tertunda' Dari Medan

Mengejar 'Yang Tertunda' Dari Medan

Medan, Gatra.com - Sinyal kalau tahun ini Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) bakal punya pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang terintegrasi dengan pabrik minyak goreng (migor), makin terasa.

Soalnya lepas pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Apkasindo Sumatera Utara (Sumut) di Ball Room Le Polonia Hotel di Medan, 17 dari 22 DPW (setingkat provinsi) Apkasindo SE Indonesia yang hadir di sana, langsung dicekoki bahasan aspek perencanaan pembangunan PKS dan Pabrik Minyak goreng.

Adalah PT. Indopalma Agro Persada yang mencekoki materi, juga perwakilan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Indopalma sendiri adalah konsultan perencanaan pembangunan Pabrik Kelapa Sawit yang juga teraviliasi dengan Engineering PKS dan Pabrik Minyak Goreng. Tadi siang perusahaan ini sudah meneken MoU dengan DPP Apkasindo.

"Pabrik CPO dan minyak goreng ini menjadi teramat penting lantaran enam bulan terakhir sudah sangat intensi jadi pembahasan. Pembangunannya akan dipusatkan di kebun sawit peserta Peremajaan Sawit Rakya (PSR) yang tersebar di 22 provinsi Apkasindo," terang ketua panitia pengukuhan DPW Apkasindo Sumut, Arif Rifai.

Melalui layar zoom, Ketua Dewan Pembina DPP Apkasindo, Dr. Moeldoko langsung mendukung pembangunan pabrik itu.

"Sudah saat nya petani merealisasikannya. Sebab ini sebetulnya rencana yang tertunda. Mudah-mudahan Ditjenbun dan BPDPKS segera menyetujui usulan yang disodorkan oleh Apkasindo, dan saya akan mengeceknya" kata Moeldoko begitu didapuk memberikan sambutan.

Kalau pabrik kelapa sawit dan pabrik minyak goreng milik Apkasindo sudah berdiri kata Moeldoko, berarti upaya membantu pemerintah dalam penyediaan cpo dan minyak goreng telah terpenuhi. Apalagi pabriknya di tengah perkebunan petani sawit pula.

Selain menyokong pabrik tadi, lelaki yang juga Kepala Staf Presiden ini juga menyoroti soal capaian PSR yang lemot.

Dia tahu dari laporan Apkasindo yang menyebut bahwa penyebab utamanya adalah klaim kawasan hutan. "Untuk ini saya memerintahkan DPP Apkasindo segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyelesaikannya. Saya akan tetap memonitor," katanya.

Kepada Ketua DPW Apkasindo Sumut, Gus Dalhari Harahap dan kawan-kawan yang dikukuhkan, Moeldoko menitip dan menegaskan supaya Apkasindo Sumut lebih meningkatkan perannya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi anggota Apkasindo.

"Dan musti bisa menangkap peluang di tengah dinamika industri kelapa sawit.Organisasi itu besar karena bermanfaat bagi anggotanya. Saudara ketua dan jajaran pengurus DPW Apkasindo Sumut, tugas berat akan ringan jika kompak dan kerjasama," dia mengingatkan.

Bagi Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, helat yang berlangsung dari dua hari lalu itu terasa sangat istimewa.

Selain lantaran dihadiri oleh 17 DPW, momen kehadiran mereka itu bisa langsung dimanfaatkan untuk duduk bersama, menyusun rekomendasi yang bakal disampaikan kepada pemerintah sebagai reakasi-tanggap Apkasindo terhadap dinamika industri sawit pasca pencabutan DMO-DPO serta hadirnya PMK 23.

"Kami sudah memperkirakan akan ada perubahan skema soal PE. Nah, biar skema itu tidak berefek negatif terhadap harga TBS petani lah tujuan reaksi tanggap kami itu, " katanya.