Home Internasional Pasca Kecelakaan Boeing, China Hadapi Pembatalan Massal Perjalanan Udara

Pasca Kecelakaan Boeing, China Hadapi Pembatalan Massal Perjalanan Udara

Beijing, Gatra.com – Pasca kecelakaan pesawat maskapai China Eastern Airlines, di  provinsi Guangxi pada Senin sore (21/3), sekitar 74 persen dari 11.800 penerbangan yang dijadwalkan beroperasi di China pada hari Selasa telah dibatalkan.

Perjalanan itu termasuk sebagian besar di Beijing dan Shanghai. Padahal biasanya, rute domestik tersebut tercatat tersibuk di dunia, menurut VariFlight.

Data penerbangan China menunjukkan selain dampak kecelakaan pesawat tersebut, juga imbas masih berlangsungnya pembatasan terkait COVID-19, yang menyebabkan tingkat pembatalan yang tinggi. Apalagi yang tertinggi tahun ini dan dua kali lipat jumlah pada awal bulan lalu.

Bloomberg, Selasa (22/3) melaporkan, ada 35 penerbangan dari Bandara Hongqiao Shanghai ke Beijing yang terdaftar pada Selasa, dua dioperasikan pada pagi hari dan tiga lagi dijadwalkan terbang. Semua yang lain dibatalkan. Hanya lima dari 34 penerbangan dari Beijing ke hub domestik Shanghai, yang dijadwalkan beroperasi.

Diketahui, bahwa pesawat Boeing 737-800 NG yang dioperasikan oleh China Eastern Airlines Corp, jatuh di provinsi Guangxi pada Senin sore. Ada 132 orang di dalamnya dan tidak ada korban yang ditemukan. Itu adalah kecelakaan udara fatal pertama di China sejak 2010.

Saham China Eastern turun sebanyak 7,3 persen di Hong Kong menyusul kerugian 6,5 persen pada Senin. Selain itu juga saham lainnya turun sebanyak 9,3 persen di perdagangan Shanghai Selasa pagi. Itu merupakan kinerja terburuk dari saham maskapai penerbangan Asia-Pasifik. Sedangkan saham Boeing juga turun 3,6 persen di New York pada Senin.

226