Home Sumbagsel Warga Muba Panen Ikan 'Seluang Mudik' Saat Sungai Musi Pasang

Warga Muba Panen Ikan 'Seluang Mudik' Saat Sungai Musi Pasang

Sekayu, Gatra.com- Jika biasanya orang sering mengambil ikan saat air surut, kali ini air pasang dimanfaatkan oleh masyarakat di area sungai untuk menangkap dan menjual ikan seluang. Naiknya debit air Sungai Musi yang membelah kawasan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ternyata membawa berkah bagi mereka yang tinggal di kawasan sungai tersebut.

Ikan khas masyarakat Sumsel yang habitatnya air tawar ini menjadi incaran tersendiri bagi pecinta kuliner lokal di Sumsel terutama Muba. Bentuknya yang lonjong dengan rasa manis gurih saat digoreng garing membuat harga ikan ini cukup mahal dan selalu diburu masyarakat.

Salah satu penjual ikan di sungai Lengaran (anak Sungai Musi), Lina mengaku jika dirinya telah berjualan ikan seluang sejak kondisi debit air mengalami kenaikan. Dirinya mendapatkan kiriman ikan ataupun membeli dari pengemin sungai yang mempunyai corong ikan.

“Semenjak air pasang ini mulai berjualan ikan seluang, karena musim air pasang seperti ini memang seluang banyak. Kalau bahasa orang Sekayu itu namanya Seluang mudik karena banyak seluangnya," ujar Herlina, Selasa (22/3).

Kendati ikan yang dikirimkan oleh pengemin belum terlalu banyak, dirinya dalam sehari bisa menghabiskan 10 sampai 15 kilogram ikan seluang untuk dijual. Selain itu, dalam menjual ikan seluang harganya bervariasi tergantung sudah dibersihkan atau belum.

“Untuk ikan seluang yang sudah dibersihkan dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogramnya, kalau belum dibersihkan dijual Rp30 ribu. Dalam seharinya paling untung Rp100 sampai Rp200 ribu. Kalau untuk ikan lain ada tapi beluk puncak musimnya. Seperti jenis lambak yang kalau puncak musim banyak ikan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penggemar ikan seluang di daerah Sekayu, Fitria yang rutin membeli ikan ini menyebutkan kalau dirinya selalu membeli seluang yang sudah dibersihkan. Apalagi baru ditangkap memang beda karena seluang bentuk ikan kecil jadi sulit membersihkannya.

“Memang sekeluarga hobi makan seluang apalagi kalau digoreng garing pakai tepung. Biasanya disini banyak yang jual apalagi di atas jembatan Lengaran. Ini belum mulai saja, karena air saat ini naik turun, kebetulan saja ini lagi naik,” tuturnya.

1321