Home Hiburan Dalang Sopo Nyono, Dalang Kondang yang Diburu Berkahnya

Dalang Sopo Nyono, Dalang Kondang yang Diburu Berkahnya

2095

Pati, Gatra.com – Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memiliki segudang cerita unik yang tak akan habis dikupas. Satu di antaranya ada di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana. Di mana di tempat ini ada petilasan yang selalu dikunjungi para dalang dari seluruh penjuru nusantara.

Kepala Desa Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo mengatakan, petilasan itu tidak lain adalah petilasan Mbah Dalang Soponyono, seorang dalang wayang kulit termasyhur di zaman kerajaan-kerajaan dulu.

“Di Desa Bakaran Wetan memang ada petilasan Mbah Dalang Soponyono. Kalau makamnya ada di Purwodadi, di sini hanya petilasan,” ujarnya, Jumat (25/3).

Di petilasan yang satu area dengan balaidesa dan punden tersebut, terdapat sebuah batu berwarna merah yang disebut sebagai tempat Mbah Dalang Soponyono bertapa.

“Di petilasan itu ada sebuah batu yang konon ceritanya adalah tempat beliau dulu bertapa. Sejarahnya setelah membawa putri dari salah satu kerajaan, ceritanya seperti itu,” jelasnya.

Meski di situ hanya berupa petilasan, tetapi banyak dalang yang berkunjung untuk mendapatkan berkah.

“Walau di sini itu hanya petilasan. Namun banyak yang sowan ke sini untuk ngalap berkah, khususnya para seniman yang ke sini, terutama para dalang,” ungkapnya.

Tidak hanya berkunjung, para dalang bahkan berharap bisa main di kompleks tersebut. Dipercaya setelah pentas di Bakaran Wetan, akan mendapatkan berkah yang melimpah dan menjadi dalang kondang.

“Konon yang pernah main di sini, Insyaallah akan semakin berkembang dan maju. Karena seperti Mbah Mantep Sudarsono, Mbah Anom Suroto itu kan dalang-dalang kondang yang moncer setelah mendalang di Bakaran Wetan. Maka dari itu, banyak junior-junior beliau yang kemudian sangat ingin tampil di Punden Mbah Dalang Soponyono. Sehingga beliau bisa sowan dan mengambil berkahnya,”bebernya.

Kemasyhuran Mbah Dalang Soponyono tak lepas dari kelihainnya memainkan wayang kulit secara tunggal. Di mana dalam pertunjukannya tidak melibatkan orang lain, bahkan musik pengiring dalam pentas perwayangan.

“Dongengnya beliau dijuluki dalang kondang karena beliau ada hubungannya dengan babat Pati. Beliau memang bisa menunjukkan permainan wayang, tanpa Pengrawit atau tanpa Yogo. Memang Gamelan itu bisa main sendiri. Konon yang memainkan para mahluk gaib. Dari mulai Jejer hingga Yogo memang tidak ada, karena dipercaya yang memainkan para gaib. Beliau main sendiri. Sehingga setiap pementasannya selalu ramai,” terang Wahyu.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS