Home Kesehatan TBC Sasar Kaum Muda, Johnson & Johnson Galakkan Kampanye Gamifikasi

TBC Sasar Kaum Muda, Johnson & Johnson Galakkan Kampanye Gamifikasi

Jakarta, Gatra.com – Johnson & Johnson mengambil peran dalam kampanye “Asia Tenggara Bebas Tuberkulosis”. Upaya tersebut dilakukan dengan mendukung peningkatan deteksi kasus, pelatihan profesional perawatan kesehatan untuk mengelola TBC dan TBC RO (disebut juga MDR TB/ Multi Drug Resistant TB) secara lebih baik.

Tahun lalu, Johnson & Johnson Global Public Health melalui Program Tuberkulosis Nasional Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, sukses menyelenggarakan Forum Tuberkulosis Asia-Pasifik 2021 (Asia-Pacific Tuberculosis Forum 2021). Forum tersebut diselenggarakan untuk mendorong kemajuan regional menuju penghentian Tuberkulosis (TBC) sebagai salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di Asia-Pasifik.

Meski dapat disembuhkan dan dicegah, TBC masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia, karena banyak yang tidak memahami pentingnya deteksi dini. Asia Tenggara berkontribusi tertinggi untuk TBC secara global di mana 4 dari 10 orang TBC di wilayah tersebut tidak terdiagnosis dan tidak diobati.

Merujuk WHO Global TB Report 2021, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia dengan perkiraan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC mencapai 824.000.

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2022, PT Johnson & Johnson Indonesia resmi mengumumkan dimulainya gerakan sosialisasi "Bersatu Melawan TBC" (United Against TB). Kegiatan tersebut memberdayakan kaum muda sebagai generasi yang mendukung upaya penanggulangan TBC di Indonesia.

Gerakan ini bertujuan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan deteksi dini, serta membuka akses perawatan kepada pasien yang tidak terdiagnosis dengan cara meningkatkan pemahaman generasi muda, mendorong mereka berperilaku bersih, serta mengadvokasi orang-orang di sekitarnya.

Program tersebut juga bagian dari komitmen PT Johnson & Johnson Indonesia dalam mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI guna menekan angka penularan penyakit TBC di Indonesia, terlebih pada masa pandemi COVID-19.

Inisiatif pertama di antaranya dengan meluncurkan program gamifikasi TB Warriors (Pejuang TBC) – berupa empat filter interaktif untuk Facebook dan Instagram – dan situs web edukasi TBC yang menyediakan sumber daya dan informasi bagi kaum muda tentang TBC dengan cara unik dan menarik.

Beberapa bulan mendatang, kaum muda di Asia Tenggara, dapat menggunakan permainan (game) berbasis-web yang diberi nama TB Warriors, serta hackathon untuk solusi inovatif dan kreatif yang dapat menginspirasi perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan anak muda sebagai upaya pencegahan dan promosi kesehatan agar terhindar dari TBC.

Sosialisasi ini menyasar usia produktif, terutama generasi muda atau millennials usia 18-28 tahun yang berperan sebagai target sekaligus katalisator untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan seputar TBC. Jejaring sosial yang dimiliki dapat memberikan pengaruh yang luar biasa, sebagai katalis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia, Devy Yheanne mengatakan, lewat gerakan sosialisasi yang memberdayakan generasi muda untuk mengakhiri TBC, pihaknya meyakini potensi generasi muda sebagai agen perubahan, yang mampu mengatasi masalah terkait dalam penanganan TBC, seperti kesenjangan, stigma dan diskriminasi. “Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah agar kaum muda benar- benar memahami penyakit TBC, dan dapat mengelola kesehatan mereka secara aktif, serta mengadvokasi orang-orang di sekitar mereka,” ujar Devy Yheanne dalam keterangan resmi yang diterima Gatra.com, Jumat (25/3).

Pemerintah berkomitmen mewujudkan target eliminasi TBC pada 2030 dan mengapresiasi dukungan dari PT Johnson & Johnson Indonesia yang menunjukkan komitmen dalam membantu pemerintah mewujudkan target eliminasi TBC di 2030 dengan menyelenggarakan gerakan sosialisasi ‘United Against TBC’ dan program digital gamifikasi TB Warrior.

“Kemenkes juga percaya bahwa generasi muda di Indonesia memiliki potensi besar dalam memengaruhi perubahan di komunitas mereka ketika dihadapkan pada masalah TBC, dan pihak kementerian juga menyambut kemitraan dari pemimpin kesehatan global seperti Johnson & Johnson Indonesia dalam perjuangannya untuk mengakhiri TBC di Indonesia,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes, Didik Budijanto.

Pada momentum Hari TBC Sedunia 2022, PT Johnson & Johnson Indonesia akan meluncurkan berbagai inisiatif yang melibatkan kaum muda untuk berperan sebagai katalis dalam program penanggulangan TBC di Indonesia, dengan fase pertama yang menampilkan filter gamifikasi media sosial TB Warriors sebagai berikut:

1. Tilt to Defeat TB

Dengan menggunakan deteksi gerak sebagai interaksi antar-muka pengguna (interface user interaction), pemain memiringkan kepala mereka ke kiri atau kanan untuk memindahkan karakter pahlawan di bagian bawah untuk menangkap dan mengusir virus yang muncul di layar. Ketika permainan berlangsung, semakin banyak dan semakin cepat virus yang akan muncul membuat permainan lebih menantang.

2. TB Trivia

Menampilkan perpaduan pertanyaan benar-salah dan pilihan ganda, yang mana pemain harus menjawab pertanyaan dengan tepat. Permainan ini menguji pengetahuan pemain tentang TBC untuk mendapatkan poin. Dengan menggunakan deteksi gerak sebagai interaksi antar-muka pengguna, pemain memilih jawaban yang tepat dengan cara memiringkan kepala mereka ke kiri atau kanan.

3. Odd-one-out

Ketuk pada karakter wajah yang tampil di layar secepat mungkin sebelum waktu habis untuk pindah ke kumpulan wajah berikutnya. Semakin cepat pemain mengetuk karakter wajah yang tepat, semakin banyak poin yang didapat.

4. Filter Wajah 4-in-1

Pemain dapat memilih empat pilihan filter yang diinginkan sebelum melakukan swafoto.

226