Home Sumatera Rifo Darma Saputra Jadi Ketua Umum Forkami, Ini Janjinya

Rifo Darma Saputra Jadi Ketua Umum Forkami, Ini Janjinya

50

Jakarta, Gatra.com- Forum Komunikasi Artis Minang Indonesia (Forkami) mengukuhkan Rifo Darma Saputra, SH, MM sebagai Ketua Umum Forkami periode 2022-2025. Acara pengukuhan dilakukan oleh Kepala Dinas Kebu, dayaan Sumatra Barat Syaifullah MM, mewakili Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah Datuak Marajo, di Ibis Styles Grand Icon Complex di Jatibening, Bekasi, Rabu (30/3).

“Bapak Gubernur menyambut gembira Forkami yang diharapkan bisa membangkitkan nama artis-artis Minang di kancah nasional selain melestarikan kekayaaan budaya dan kesenian Minangkabau yang kaya,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/3). 

Sebagai Kadisbud, Syaifullah berjanji akan memfasilitasi para artis Minang tanah air. “Ini inspirasi positif bagi generasi muda Minangkabau,” katanya. 

Ketua Umum Rifo Darma Saputra dalam sambutannya menyatakan prihatin dengan kehidupan artis dan seniman Minangkabau yang ikut terdampak berat akibat pandemi Covid-19 sejak awal 2020. “Oleh karena itu saya akan berusaha meningkatkan taraf hidup para artis dan seniman Minangkabau selama masa pengurusan saya sampai tiga tahun ke depan dengan berbagai program," jelasnya. 

Secara pribadi, lanjutnya, dia melihat adanya peluang bagi seniman muda Minangkabau untuk berkarya secara nasional dan internasional. Seperti pernah ditunjukkan artis Minang besar Elly Kasim dan Tiar Ramon. 

"Setelah keduanya wafat kini sulit dicari pengganti mereka. Namun insya Allah dari Forkami akan muncul para seniman muda yang bisa menyamai bahkan melebihi nama besar keduanya,” paparnya.

Tokoh masyarakat Minang di Jakarta yang juga Sosiolog senior Universitas Indonesia, Associate Prof. Dr. Ricardi S. Adnan menyatakan optimismenya bahwa Forkami yang dibentuk atas basis kesamaan kultural dan kekuatan solidaritas sosial akan mampu berkiprah maksimal. 

“Contoh-contoh seperti Forkami dari kebudayaan lain di tingkat nasional dan internasional menunjukkan mereka bisa jalan meski di tengah disrupsi budaya global yang tinggi,” ujar mantan Kaprodi Pascasarjana Sosiologi UI dan mantan Direktur UI Press yang berdarah Solok ini.  

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS