Home Hiburan Lukisan Sarat Elemen Nusantara dengan Racikan Jepang ala Kei Imazu

Lukisan Sarat Elemen Nusantara dengan Racikan Jepang ala Kei Imazu

89

Jakarta, Gatra.com – Kei Imazu, pelukis asal Jepang yang sudah beberapa tahun menetap di Indonesia, memamerkan beberapa karya lukisnya di pameran perdana ROH Projects yang baru saja membuka gedung barunya pada Kamis, (31/3/2022), di Menteng, Jakarta Pusat.

Kei menampilkan empat instalasi lukisan di ROH kali ini. Keempat lukisan tersebut berjudul Endosymbiosis, Hunter, The Cosmos on Your Back, dan Ambone Mermaid. Lukisan-lukisan tersebut banyak bercerita tentang ide-ide besar, seperti evolusi dan sejarah manusia.

“Koeksistensi menjadi dasar pemikiran dan perjalanan seni saya. Dalam tubuh kita sebenarnya ada banyak sekali cerminan sejarah terkait evolusi dari satu sel ke sel lainnya, dan satu makhluk ke makhluk lainnya. Semua hal terjadi di masa lampau untuk kita hari ini,” ujar Kei melalui penerjemah kepada Gatra.com di lokasi pameran.

Uniknya, Kei melihat hal tersebut tercermin dari karya-karya gambar dari berbagai kelompok etnis di Indonesia sepanjang sejarah. Itulah, ungkapnya, yang membuat ia tertarik dengan sejarah Indonesia.

Datang ke Indonesia pada 2017, Kei lantas menikah dengan seorang seniman lokal bernama Bagus Pandega. Sejak saat itu pula ia banyak mendalami sejarah manusia Indonesia.

Hal itu tercermin dalam lukisan-lukisannya. Ia melukis hewan dugong asal Ambon dalam lukisannya bertajuk Ambone Mermaid, burung garuda, dan hewan-hewan serta temuan manusia-manusia purba lainnya dari Flores dan Pulau Jawa di karya-karya miliknya yang lain.

Spesifik soal dugong Ambon, misalnya, Kei banyak berkontemplasi mengenai evolusi manusia. “Ada satu pemikiran di mana kita sebetulnya berasal dari ikan. Itu teori evolusinya. Uniknya di Indonesia, evolusi dan mitologi berjalan beriringan,” tuturnya.

Saat mempelajari sejarah Indonesia lebih dalam, Kei mengaku terpesona dengan bagaimana orang-orang Indonesia memandang para leluhurnya. “Saya tertarik di Indonesia ada semacam respect terhadap nenek moyang dan juga hubungan antara manusia dan alam,” ujarnya.

Junjungan tinggi kepada leluhur juga menjadi kebiasan sosial yang sudah turun-temurun di Jepang. Bedanya, kata dia, orang Jepang lebih banyak menjunjung tinggi nilai-nilai kekaisaran, sementara orang-orang Indonesia lebih sering berupaya menjelajah keberadaan Tuhan ketika mengingat leluhurnya.

Pameran karya Kei di ROH kali ini diakuinya bukan pameran pertamanya di Indonesia. Ia mengaku sudah memamerkan karya-karya lainnya sebelumnya sekitar 4–5 kali. Pada 10 April 2022 mendatang, ia direncanakan akan memamerkan karya-karya terbaiknya lagi di Bandung, Jawa Barat.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS