Home Internasional Dubes Rusia: Sanksi Barat Malah Mengokohkan Kemandirian Rusia

Dubes Rusia: Sanksi Barat Malah Mengokohkan Kemandirian Rusia

1156

Jakarta, Gatra.com - Duta Besar Republik Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobyeva, mengakui bahwa penerapan sanksi dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Inggris serta beberapa negara lain tak dapat dipungkiri memberi dampak bagi ekonomi Rusia.

“Tentu itu sangat berdampak terhadap ekonomi kami, namun ekonomi kami cukup tangguh,” ujarnya kepada GATRA, Senin (4/4).

Hanya saja, di balik itu, sanksi-sanksi tersebut justru makin menguatkan kemandirian Rusia. Lyudmila menuturkan bahwa sejak Barat mulai menjatuhkan sanksi kepada Rusia pada 2014 lalu, negara itu mengambil pelajaran berharga dengan mencoba meningkatkan industri dalam negerinya.

Rusia mulai memproduksi barang-barang yang sebelumnya diimpor agar tidak lagi bergantung terhadap pasokan dari luar negeri.

“Sebelum 2014 kami banyak mengimpor, namun selepas 2014 kami mulai memproduksi sejumlah produk makanan yang kami butuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lyudmila menilai kondisi rantai pasok di Rusia saat ini jauh lebih baik dibandingkan di negara-negara barat yang tengah menghadapi inflasi dan kelangkaan sejumlah produk.

“Jika Anda membandingkan gambaran toko-toko di Eropa Barat dengan toko-toko di Rusia saat ini, suplai makanan di Rusia lebih baik,” ungkapnya.

Lyudmila menyebut sanksi Barat sebagai biang keladi dari krisis yang saat ini turut dirasakan dunia. Pada akhirnya, sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia menjadi bumerang bagi negara-negara Barat dan turut membawa dampak pada sejumlah negara lainnya.

“Kami tidak merusak sistem perdagangan dunia. Kami tidak mengganggu suplai pangan dunia atau suplai energi seperti minyak dan gas,” tegasnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS