Home Ekonomi Beli Migor Curah Pakai Kupon, Rela Antre Sejak Dini Hari

Beli Migor Curah Pakai Kupon, Rela Antre Sejak Dini Hari

Karanganyar, Gatra.com - Pagi-pagi buta, antrean sudah terlihat memanjang di depan gudang PT Pandawa Group di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Para pengecer dan pelaku UMKM rela mengantre kupon pembelian minyak goreng curah meski langit masih gelap.

Memang, PT Pandawa Group sebagai distributor minyak goreng curah membagikan kupon pembelian mulai pukul 05.00 WIB. Kupon yang dibagikan juga sangat terbatas, membuat banyak orang khawatir tidak bisa mendapatkannya.

Pantauan Gatra.com di gudang minyak goreng curah PT Pandawa Grup pada Rabu (6/4), calon pembeli mengantre layanan pembelian dengan membawa jeriken. Mereka mujur kebagian kupon. Distributor membuka loket pembagiannya pukul 05.00 WIB. Kemudian, pembelian baru dilayani pukul 09.00 WIB di hari yang sama. Banyak lainnya tak kebagian jatah karena terlambat.

"Hari ini datang sedikit kesiangan habis subuh. Biasanya jam 3 sudah antre di sini untuk ambil kupon," kata Supardi (60) perajin karak ini kepada wartawan, Rabu (6/4).

Kupon dibagikan dalam dua kloter. Ia mendapatkannya di kloter kedua dengan waktu pembelian mulai pukul 11.00 WIB. Sedangkan kloter pertama pukul 09.00 WIB. Pada hari ini, PT Pandawa hanya membagikan 120 kupon. satu orang dibatasi hanya satu kupon pembelian dengan maksimal satu jeriken berisi 17 kilogram. Setiap pembeli juga wajib menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

"Dulu enggak perlu seperti ini. Sepekan sebelum puasa sampai sekarang harus mengantre. Kupon terbatas," katanya.

Supardi, Warga Brujul, Karanganyar gigit jari tak mendapatkan kupon hari ini. Dia tiba terlambat lima menit setelah penjaga gudang menutup pembagian kupon.

"Kuponnya habis. Besok harus datang lebih pagi lagi," katanya.

Dia mengaku mencari minyak goreng curah untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran. "Buat goreng-goreng makanan Lebaran," tuturnya.

Dia sangat menyayangkan keberadaan minyak goreng curah yang sulit didapat. Padahal minyak curah menjadi solusi bagi dirinya di saat harga minyak goreng kemasan yang melambung tinggi. "Harga minyak kemasan sudah Rp25.000 per liter. Tidak kuat beli itu," keluhnya.

Kepala gudang PT Pandawa Grup Desa Ngringo, Eko Suryanto mengatakan tak setiap hari mendapatkan kiriman dari supliernya, CV Sentosa. Langkah pembatasan pembelian terpaksa dilakukan karena stok terbatas.

"Maksimal beli satu jeriken untuk pembelian langsung di gudang. Kami juga menjual ke pelanggan di pasar antara 10-20 jeriken. Bukan keberatan menjual bebas, tapi memang barangnya terbatas. Mereka yang mau beli eceran boleh asalkan bawa KTP. Ada yang warga Wonogiri sampai Klaten beli di sini. Harganya untuk curah sesuai aturan pemerintah. Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram," katanya.

1168