Home Kebencanaan Empat Rumah di Blora Terancam Longsor

Empat Rumah di Blora Terancam Longsor

Blora, Gatra.com - Empat rumah di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora terancam longsor.  Akibatnya kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah dan rawan ambruk. 
 
Salah satu pemilik rumah, Muhammad Amin mengatakan, kejadian tersebut sudah berlangsung sejak 2016 lalu. Bahkan rumah bagian belakangnya sudah pernah diurug berkali kali, masih saja seperti ini.
 
"Sebenarnya ini sudah lama. Karena longsor akibat erupsi sungai Lusi. Apalagi jika diguyur hujan malah gak bisa tidur takut kalau ambruk," kata Amin, Kamis (7/4). 
 
Menurut  Amin, pihaknya dulu pernah tanda tangan katanya dari Semarang mau bangun, tapi sampi sekarang tidak ada tindak lanjut.
 
"Saya dan yang lain hanya ingin agar dibonjong atau dikasih plengsengan biar kami tidak was was jika hujan turun,"ucapnya. 
 
Amin mengaku jika hujan turun ia selalu tidur di teras rumah karena takut terjadi longsor yang secara tiba tiba. Ia berharap ada yang membangunnya agar tidak terjadi longsor.
 
"Kalau hujan saya gak bisa tidur. Takut ambruk. Jadi kalau hujan saya tidur di rumah bagian depan," ucapnya. 
 
Selain rumah Amin, kondisi serupa juga dialami tiga rumah lainnya, yakni Milik Ruslan, Gito dan Narjo. 
 
Sementara itu, kepala desa setempat Margono mengungkapkan jika pihak desa sudah mengajukan bantuan ke Pemkab Blora namun saat ini belum terealisasi. Pihaknya pun berharap agar Pemkab segera membantu menangani tanah longsor ini. 
 
"Sebenarnya saya sudah sering ajukan di Musdes. Dan rencana tahun 2018 lalu sudah akan dibangun, namun karena ada Covid -19 berhenti. Harapan kami agar warga saya harap diperhatikan. Paling gak Pemkab memikirkan sedikit untuk menangani sementara," harapnya. 
 
Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Surat mengaku telah menyurati kementrian PUPR untuk melakukan penanganan longsor tersebut. 
 
"Karena tanah longsor di wilayah Sungai Lusi, maka kita koordinasi dengan Kementerian PUPR dalam hal ini melalui Balai Besar Wilayah Pemalu Juana. Tadi sudah saya video call langsung, yang nanti intinya penanganan akan dilakukan sementara dan permanen. Yang sementara nanti kita lakukan bagaimana agar longsor ini tidak semakin parah, sementara untuk permanennya memang sudah ada konsepnya dan sudah saya sampaikan juga ke Pak Kades satu tahun lalu," ucapnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS