Home Kalimantan Warga Kecewa Usai Divaksin, Tak Semua Paket Bahan Pokok Berisi Minyak Goreng

Warga Kecewa Usai Divaksin, Tak Semua Paket Bahan Pokok Berisi Minyak Goreng

Marabahan, Gatra.com - Antusias masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk divaksin Covid-19 sangat tinggi.

Kegiatan vaksinasi Begerak yang mengambil tempat di halaman Puskesmas Berangas itu dipantau langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Bupati Batola, Noormiliyani.

Antusiasme masyarakat untuk bervaksin karena dikasih bantuan bahan pokok sehari - hari dengan tujuan meringankan beban perekonomian selama bulan puasa.

Namun bahan pokok yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Sebagian besar masyarakat berharap mendapatkan minyak goreng yang saat ini harganya masih mahal.

"Saya kira paket yang diberikan isinya ada minyak goreng. Ternyata cuma mi instan 4 bungkus, sirup satu botol, sarden satu kaleng dan susu kental manis satu kaleng, minyak gorengnya tak ada," ujar Sumiati, warga Desa Beringin, Kecamatan Alalak kepada Gatra.com usai divaksin, Kamis (7/4).

Hal senada juga disampaikan Laila, warga Handil Bhakti. Dia juga mengaku kecewa dengan paket yang dia terima isinya tidak ada minyak goreng.

"Tapi kita tetap bersyukur. Padahal minyak goreng yang kami harapkan karena harganya masih tinggi," ucapnya lirih.

Lurah Berangas Barat, M Rizki Yakup mengungkapkan, bantuan paket kebutuhan pokok yang diberikan kepada warga yang bervaksin disediakan oleh pihak provinsi dalam hal ini BNPBD Kalsel.

"Tapi tidak semua paket yang diberikan tidak ada minyak gorengnya. Setahu saya ada juga yang isinya minyak goreng, mungkin sudah habis karena memang tidak banyak," kata Rizki.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, vaksinasi Bergerak untuk Kabupaten Batola sudah dilaksanakan sebanyak dua kali.

"Ini dilakukan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi untuk kekebalan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi Covid-19. Semangat juang terus digelorakan dengan berkolaborasi antara pemprov dan pemda dengan bergotong royong mengahadapi musibah pandemi," ujar gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu.

Sedangkan Bupati Batola, Noormiliyani menyebut, vaksinasi kali ini dengan target 800 orang. Untuk dosis satu sudah mencapai 89 persen dan dosis dua 60 persen.

"Target 70 persen untuk dosis dua kita optimis bisa tercapai sampai akhir April 2022. Masih ada 24 ribu lagi target vaksin kita yang tersebar di 17 kecamatan se Kabupaten Batola. Secara nasional, target Batola 244 ribu dosis," ujarnya.

149