Home Internasional Pentagon: Putin Telah Keok di Kyiv

Pentagon: Putin Telah Keok di Kyiv

97

Washington DC, Gatra.com- Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada Kamis bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyerah untuk menaklukkan Kyiv setelah pasukannya dipukul mundur militer Ukraina. AFP, 07/04.

"Putin berpikir bahwa dia bisa dengan sangat cepat mengambil alih negara Ukraina, dengan sangat cepat merebut ibu kota ini. Dia salah," kata Austin pada sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat di Kongres.

"Saya pikir Putin telah menyerah pada upayanya untuk merebut ibu kota dan sekarang fokus di selatan dan timur negara itu," kata Austin.

Namun jalan perang secara keseluruhan, enam minggu setelah Rusia menginvasi Ukraina, masih belum pasti, kata ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley, dalam sidang yang sama.

Agar Ukraina "memenangkan" pertarungan, ia harus tetap menjadi negara yang bebas dan merdeka, dengan wilayah yang diakui tetap utuh, katanya.

"Itu akan sangat sulit. Itu akan menjadi kerja keras yang panjang," kata Milley.

"Bagian pertama mungkin telah berhasil dilancarkan," katanya tentang perang yang dimulai pada 24 Februari.

"Tapi ada pertempuran signifikan di tenggara, di sekitar wilayah Donbas di mana Rusia berniat untuk mengerahkan pasukan massal dan melanjutkan serangan mereka," katanya.

"Jadi saya pikir itu pertanyaan terbuka sekarang, bagaimana ini berakhir."

Austin mengatakan kepada panel anggota parlemen bahwa Amerika Serikat memberikan intelijen kepada militer Ukraina untuk mendukung perjuangannya di Donbas, di mana separatis yang didukung Moskow telah memerangi pasukan pemerintah sejak 2014 dan sekarang mendapat dukungan langsung dari pasukan Rusia.

Tetapi Milley mengatakan pertempuran di daerah itu akan sulit, dan bahwa untuk mencoba mendorong Rusia keluar, Ukraina kemungkinan akan membutuhkan lebih banyak dukungan senjata, seperti tank.

"Pertarungan di tenggara -- medannya berbeda dengan di utara," Milley menjelaskan.

“Ini jauh lebih terbuka dan cocok untuk lapis baja, operasi ofensif mekanis, di kedua sisi. Dan itulah sistem yang mereka cari,” katanya.

"Mereka meminta dan mereka mungkin bisa menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri tambahan," katanya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS