Home Pendidikan Keren! 20 Bidang Studi UI Ini Masuk Ranking Dunia

Keren! 20 Bidang Studi UI Ini Masuk Ranking Dunia

Depok, Gatra.com - Universitas Indonesia (UI) terus melejit menuju posisi terbaik di Indonesia lewat penilaian unggul di tiga rumpun ilmu (broad subject area) dan 12 bidang studi. Peringkat terbaik tersebut berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh The Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS WUR) by Subject tahun 2022 (peringkat universitas top di dunia edisi ke-12).

Ketiga rumpun ilmu tersebut adalah Art and Humanities (ke-5 di Asia Tenggara, 200 dunia), Life Sciences and Medicine (ke-9 di Asia Tenggara, 348 dunia), dan Social Sciences and Management (ke-5 Asia Tenggara, 112 dunia).

Dari ke-tiga rumpun ilmu tersebut, UI berhasil menduduki peringkat pertama dalam bidang studi Accounting and Finance (ke-6 Asia Tenggara, 151-200 dunia), Anthropology (ke-2 Asia Tenggara, 101-140 dunia), Communication and Media Studies (ke-5 Asia Tenggara, 201-240 dunia), Medicine (ke-9 Asia Tenggara, 201-250 dunia), Philosophy (ke-6 Asia Tenggara, 101-150 dunia), dan Politics (ke-5 Asia Tenggara, 101-150 dunia).

Selanjutnya, Business and Management Studies (ke-11 Asia Tenggara, 201-250 dunia), Law and Legal Studies (ke-6 Asia Tenggara, 101-150 dunia), Modern Languages (ke-6 Asia Tenggara, 151-200 dunia), Social Policy and Administration (ke-5 Asia Tenggara, 51-100 dunia), dan Biological Sciences (ke-16 Asia Tenggara, 551-600 dunia).

Pada rumpun ilmu Engineering and Technology (ke-2 di Indonesia, ke-11 Asia Tenggara, dan 243 dunia) terdapat satu bidang studi yang mendapatkan peringkat pertama di Indonesia yakni Computer Science and Information Systems (ke-6 Asia Tenggara, 201-250 dunia).

Delapan bidang studi di UI lainnya yang berhasil masuk dalam jajaran pemeringkatan dunia, yaitu Electrical and Electronic Engineering (ke-12 Asia Tenggara, 251-300 dunia), Mechanical Engineering (ke-14 Asia Tenggara, 301-350 dunia), Geography (ke-5 Asia Tenggara, 151-200 dunia), Physics and Astronomy (ke-12 Asia Tenggara, 501-550 dunia) dan Sociology (ke-6 Asia Tenggara, 201-250 dunia).

Lebih lanjut, Architecture and Built Environment (ke-10 Asia Tenggara, 151-200 dunia), Economics & Econometrics (ke-13 Asia Tenggara, 301-350) dan Chemical Engineering (ke-12 Asia Tenggara, 251-300 dunia). Delapan bidang studi tersebut menduduki peringkat terbaik kedua di Indonesia. Capaian ini menunjukkan bahwa UI sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia berhasil di rekognisi dunia dan masuk dalam jajaran Perguruan Tinggi unggul di antara 1.543 universitas dari 88 negara, dan 51 disiplin ilmu.

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro menyatakan kebanggaannya atas pencapaian prestasi tersebut. Namun, UI terus memacu diri agar mampu berada dalam jajaran lima besar perguruan tinggi terbaik se-Asia Tenggara. “Kolaborasi berbagai ragam keilmuan yang tersedia di Kampus UI diharapkan dapat menghasilkan pengembangan ilmu, terobosan-terobosan invensi, dan berbagai inovasi kreatif yang bermanfaat bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” kata Prof. Ari.

Diketahui, The QS World University Rankings by Subject 2022 mencakup total 51 disiplin ilmu yang dikelompokkan ke dalam lima rumpun ilmu. Pemeringkatan ini dirilis oleh QS untuk membantu masyarakat mengenali universitas terkemuka pada rumpun ilmu dan/atau bidang ilmu tertentu.

“Setiap program studi yang diselenggarakan UI, baik program pendidikan vokasi, sarjana, maupun pascasarjana, mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing global,” tutur Ari.

Pemeringkatan perguruan tinggi di dunia berdasarkan bidang ilmu ini ditentukan berdasarkan penilaian atas lima indikator, yaitu reputasi akademik, hasil survei global yang dilakukan kepada pengguna lulusan dan kalangan akademisi, jumlah sitasi penelitian yang dicapai universitas per makalah dalam subjek tersebut (semua data kutipan bersumber dari Elsevier Scopus).

Selanjutnya, ada ‘H-index’ yang mengukur produktivitas dan dampak penelitian akademisi yang sudah dipublikasikan dan International Research Network yang mencerminkan kemampuan lembaga untuk mendiversifikasi geografi jaringan penelitian internasional mereka dengan membangun kemitraan penelitian yang berkelanjutan dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya.

106